Cadangan Nikel Indonesia Mencapai 4,5 miliar Ton

“Kita ini punya nikel terbesar di dunia ya, produksinya juga terbesar di dunia. Dan kita punya mangan, punya kobalt, maka cita-cita negara kita menjadi No.1 industri baterai dunia ketika mobil listrik itu ada di kita” jelas Yunus.

Pelarangan ekspor ini hanya untuk bijih nikel, karena kedepannya pemerintah akan mendorong ekspor produk hilir nikel.

Sehingga nilai jual nikel nantinya bisa menjadi lebih tinggi dibandingkan ketika ekspor bijih nya saja. 

“Boleh ekspor, tapi produk-produk yang sudah barang jadi, salah satunya tentunya ke depan adalah baterai,” Ucap Yunus. 

Pemerintah Indonesia kini tengah mendorong pembangunan hilirisasi industri nikel menjadi baterai hingga mobil listrik, terutama karena banyaknya sumber daya nikel di Tanah Air. 

Baca Artikel  Jackpot! Ini Daftar Sumber Cuan RI Ratusan Triliun

Hal ini sangat beralasan pemain kendaraan listrik seperti Tesla berminat membangun pabrik baterai di Indonesia.

Setidaknya ada tiga perusahaan baterai mobil listrik kelas dunia selain Tesla akan berinvestasi membangun pabrik baterai mobil listrik hingga mobil listrik.

Perusahaan lainya seperti Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) asal China, LG Chem asal Korea Selatan, dan Hyundai asal Korea Selatan. 

Tak tanggung-tanggung, jumlah investasi yang akan digelontorkan berpotensi mencapai US$ 20 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahkan mengatakan adanya sumber daya mineral yang melimpah di negara menjadi kunci dalam pembangunan pabrik baterai hingga mobil listrik ke depannya.