Adanya Revolusi Industri 4.0 menyebabkan perkembangan pesat pada teknologi digital di semua industri, termasuk industri tambang PT Kideco Jaya Agung.
Kideco terus berupaya untuk melakukan digitalisasi tambang untuk meningkatkan efektivitas operasionalnya.
Revolusi industri 4.0 Kideco membuat digitalisasi yang mampu menghasilkan produksi tambang menjadi lebih besar, dengan biaya yang lebih rendah serta keselamatan kerja dan lingkungan yang lebih terjamin.
Kideco terus berupaya untuk melakukan digitalisasi usaha tambangnya dengan mengidentifikasi berbagai tantangan dan membuat sejumlah langkah konkrit untuk menyikapinya.
Menurut Kideco, terdapat lima tantangan dalam upaya digitalisasi tambang ini.
Pertama adalah masih tingginya permintaan energi dalam usaha tambang, kedua masalah keselamatan kesehatan pekerja tambang.
Ketiga, akses dan modal usaha tambang yang semakin besar. Keempat fluktuasi harga, serta yang kelima adalah dampak lingkungan.
Dengan berbagai tantangan yang ada tersebut, Kideco terus berupaya untuk melakukan digitalisasi tambang yang terintegrasi dengan revolusi 4.0, yakni dengan memastikan efisiensi bisnis dan keberlanjutan usaha.
Kideco sendiri telah melakukan digitalisasi tambang sejak pertengahan tahun 2019 dengan proyek DeCode (Kideco Digital Era) yang menghasilkan aplikasi web untuk memonitor produksi batubara.
Baca Juga: Menelisik Awal Mula Kegiatan Tambang di Dunia
Kemudian dilanjutkan dengan digitalisasi One Kideco yang menghasilkan aplikasi web dan android.
Digitalisasi usaha tambang Kideco terus dilakukan hingga beberapa tahun ke depan sesuai dengan roadmap digitalisasi tambang Kideco.
Kideco juga terus berupaya melakukan peningkatan diberbagai bidang dalam hal teknologi.
Diharapkan dengan adanya digitalisasi ini, usaha tambang bisa menjadi lebih modern, produktif, aman, dan berkelanjutan.
Digitalisasi dilakukan mulai dari perencanaan, operasional, sistem transportasi, hingga pengiriman hasil tambang.