Senin, Mei 27, 2024
Berita TambangDigitalisasi Teknologi Industri Pertambangan di Indonesia

Digitalisasi Teknologi Industri Pertambangan di Indonesia

Implementasi teknologi digital (digitalisasi teknologi) sebagai bagian dari prinsip Revolusi Industri 4.0 dibutuhkan dalam setiap industri, termasuk industri pertambangan. 

Digitalisasi teknologi meliputi Cloud Computing, Big Data, Machine Learning, Artificial Intelligence, Internet of Things,  hingga blockchain yang membuat industri tambang lebih berdaya. 

Digitalisasi teknologi pada industri pertambangan ini menuntut perubahan yang sangat berarti pada proses kerja, khususnya dalam bidang operasional tambang.

Digitalisasi ini membantu hampir seluruh kegiatan operasional mulai dari perencanaan dan pengembangan lahan tambang, eksploitasi, sistem transportasi, hingga pengolahan hasil tambang.

Digitalisasi teknologi ini membuat kegiatan operasional industri pertambangan menjadi semi otomatis.

Seperti pengoperasian mesin bor oleh operator jarak jauh, mesin robot untuk drilling, Internet of Things untuk menghubungkan semua elemen dan sumber daya manusia kedalam sistem pengolahan data, hingga aplikasi digital twins untuk memproduksi data.

Baca Artikel  Apa Aja Sih Syarat Izin Usaha Tambang?

Digitalisasi ini juga merambah ke bidang transportasi, supply chain management, Sumber Daya Manusia, dan HSE (Health, Safety, and Environment).

Terdapat banyak keuntungan yang didapat dari digitalisasi teknologi ini, salah satunya adalah peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Baca Juga: Bagaimana Membuat Industri Tambang Jadi Ramah Lingkungan?

Bahkan industri tambang yang lebih inovatif dalam digitalisasi ini digadang-gadang dapat meraih peningkatan margin sebesar 20%.

Tidak hanya itu, digitalisasi ini juga membuat biaya menjadi lebih murah dan kendali yang lebih besar dalam pengalokasian sumber daya, hingga keselamatan para pekerja dan lingkungan sekitar.

Meskipun begitu, penerapan digitalisasi teknologi  industri pertambangan di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, seperti buruknya kualitas internet di lokasi tambang, rendahnya kesadaran akan ekosistem digital, relatif rendahnya referensi penggunaan di ranah lokal, dan rendahnya keterampilan digital di industri pertambangan.

Baca Artikel  Gasifikasi Batubara Diprediksi Jadi Primadona Bisnis Tambang

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer