Minggu, April 14, 2024
MinerbaBatubaraGasifikasi Batubara Diprediksi Jadi Primadona Bisnis Tambang

Gasifikasi Batubara Diprediksi Jadi Primadona Bisnis Tambang

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memprediksikan proyek gasifikasi batubara jadi primadona bisnis bagi perusahaan-perusahaan tambang mineral kedepannya. 

Hal tersebut juga didukung oleh Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, yang mengatakan bahwa proyek gasifikasi dipastikan menjadi topangan bisnis baru bagi perusahaan batubara.

Gasifikasi batubara juga termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang ditargetkan menjadi substitusi liquefied petroleum gas (LPG).

Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Menjadikan gasifikasi batubara primadona oleh perusahaan tambang mineral, merupakan langkah tepat dalam membaca peluang bisnis energi di masa mendatang. 

Baca Artikel  Dukung Energi Bersih! Kideco Bangun PLTS di Paser

Agung berujar jika pemerintah memastikan peningkatan nilai tambah batubara bisa jadi suplai pengembangan industri dalam negeri.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto mengatakan hal yang serupa. Proyek gasifikasi menjadi kebutuhan utama bagi salah satu perusahaan pelat merah tersebut. Suryo menuturkan, gasifikasi batubara akan jadi salah satu pilar bisnis perusahaan ke depan.

Bukit Asam saat ini masih menguasai cadangan batubara lebih dari 3 miliar ton, dan diprediksi dapat digunakan hingga 100 tahun kedepan dengan rata-rata produksi 30 juta ton per tahun.

Baca Juga : Ini Manfaat Gasifikasi Batubara untuk Negara Kita!

“Seratus tahun yang akan datang, batubara akan ditinggalkan. Maka harus kami berdayakan secepatnya. Salah satu terobosannya adalah gasifikasi batubara,” jelas Suryo.

Baca Artikel  Tambang Timah Terbesar Kedua Dunia Ada di Indonesia

Proyek gasifikasi batubara juga dapat menjadi salah satu upaya dalam kemandirian energi dalam negeri. Indonesia masih mengimpor LPG 7-8 juta ton pertahun.

Suryo menjelaskan jika ia akan memastikan proyek gasifikasi akan segera berjalan. Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan amandemen perjanjian kerja sama pengembangan Dimethyl Ether antara PTBA, PT Pertamina dan Air Products & Chemicals, Inc (APCI).

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer