Jumat, Agustus 6, 2021

Ini Manfaat Gasifikasi Batubara untuk Negara Kita!

Program gasifikasi batubara tentunya mendatangkan banyak manfaat untuk Indonesia. Salah satu program pemanfaatan gasifikasi adalah pemrosesan batubara menjadi DiMethyl Ether (DME) atau gasifikasi batubara yang siap digunakan sebagai alternatif pengganti LPG yang angka impornya selalu membengkak tiap tahun. 

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, impor LPG pada 2020 saja  mencapai 77,63% dari total kebutuhan nasional, yakni sebanyak 8,81 juta ton. Tanpa upaya hilirisasi batubara, rasio angka impor LPG bisa membengkak menjadi 83,55% dari total kebutuhan 11,98 juta ton di 2024.

“PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai pionir pengembangan usaha hilirisasi batu bara terus membuktikan dan menjalankan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional. Komitmen PTBA tercermin dari keseriusan pengembangan hilirisasi batu bara dengan rencana pembangunan pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan,” ujar  Apollonius Andwie C, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). 

Apollonius memaparkan, program pemanfaatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah batubara ini tentunya bisa memberikan sejumlah manfaat dan dampak positif bagi negara kita. Berikut sejumlah manfaat dan nilai tambah dari proyek hilirisasi batubara menjadi DME: 

  1. Pembangunan proyek gasifikasi batubara menjadi DME akan mendatangkan investasi sebesar US$ 2,1 miliar (setara dengan Rp 32 triliun) ke Tanah Air sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional

  2. Pembangunan pabrik akan memanfaatkan cadangan batu bara kalori rendah PTBA yang berpotensi tidak dapat dijual sebanyak 180 juta ton selama 30 tahun
  3. Pabrik gasifikasi batubara akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun untuk diproses menjadi 1,4 juta ton DME. DME diprediksi mampu membantu mengurangi impor LPG sebanyak lebih dari 1 juta ton per tahun
  4. Pengurangan impor LPG tersebut dapat menghemat cadangan devisa negara sebesar Rp 8,7 triliun per tahun atau Rp 261 triliun selama 30 tahun

Selain membawa sejumlah manfaat yang sudah disebutkan di atas, hilirisasi batubara tentunya juga memiliki multiplier effect atau efek berkesinambungan bagi Indonesia, berikut rinciannya: 

a. Manfaat pertama yakni akan langsung yang diperoleh pemerintah, yakni diprediksi negara akan mendapatkan senilai Rp 800 miliar per tahun atau Rp 24 triliun selama 30 tahun ke depan. 

Baca Juga : Teknologi Gasifikasi Batubara Selamatkan Roda Perekonomian

b. Penghematan neraca perdagangan nasional sebesar kurang lebih Rp 5,5 triliun per tahun atau senilai Rp 165 triliun selama 30 tahun. 

c. Pemberdayaan industri nasional dengan melibatkan tenaga lokal dan penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 10.570 orang saat tahap konstruksi dan 7.976 orang selama masa operasi.

Related Articles

Indonesia
518,310
Total active cases
Updated on August 6, 2021 4:20 am

Latest Articles