Tidak hanya kendala akses, potensi-potensi bahaya juga dapat timbul dari pelaku pencurian minyak itu sendiri.
Selaku CEO Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana menyatakan teknologi drone yang dia buat itu menjadi solusi yang bisa membantu kegiatan pengawasan jaringan pipa dan tambang minyak ilegal.
Pesawat tanpa awak ini memiliki kemampuan menjangkau area yang sebelumnya sulit atau bahkan tidak mungkin diakses dengan metode konvensional.
Menurut Wishnu, dengan bantuan drone, perusahaan dapat mengumpulkan informasi yang lebih akurat tentang lokasi terjadinya penyadapan ilegal dan pengeboran ilegal.
Ke depan, perusahaan migas bisa mengalokasikan personel untuk kebutuhan lain untuk mengambil tindakan.
Selain menggunakan drone untuk kegiatan pengecekan, drone juga dapat digunakan untuk pengawasan jalur pipa dari udara dan ekstraksi minyak ilegal.
Salah satu teknologi yang diciptakan oleh Terra Drone Indonesia juga sudah beberapa kali melakukan pengawasan dan patroli untuk pipa minyak, dengan kemampuan jelajah tinggi berkisar 30-40 km.
Durasi terbang drone sekitar 2-3 jam, dan ketinggian terbang sampai 200 meter.
Drone Fixed-Wing yang biasanya digunakan untuk pengawasan teknologi di dalamnya sudah digabungkan dengan kamera yang dapat mengirimkan video dari jarak jauh.
Dengan menggunakan drone, perusahaan migas dapat melakukan pengawasan dan penindakan yang lebih baik dan menekan aktivitas pencurian minyak, baik illegal tapping maupun tambang minyak ilegal.




