Kamis, Juli 25, 2024
Berita TambangEkspansi Bisnis, Perusahaan Holding Kideco Mulai Garap Bauksit dan Emas

Ekspansi Bisnis, Perusahaan Holding Kideco Mulai Garap Bauksit dan Emas

ilmutambang.com – Saat ini perusahaan holding Kideco Jaya Agung (Kideco) yakni PT Indika Energy (INDY) Tbk memiliki usaha baru yang berpotensi mendongkrak pendapatan perusahaan kedepannya. Karena itu, INDY tidak hanya masuk ke bisnis sektor mineral tambang saja, namun juga berekspansi ke pertambangan bauksit.

Maka pada Senin, tanggal 26 September 2022, INDY melalui anak usahanya PT Indika Mineral Investindo (IMI) telah menyelesaikan pengambilalihan 100 persen saham di PT Perkasa Investama Mineral (PIM) 

Transaksi ini merupakan salah satu langkah perseroan secara group melakukan ekspansi usaha ke sektor non-batubara, khususnya mineral bauksit. 

Baca Artikel  Rekor! Harga Batubara Membara Sentuh US$463 per Ton

Selain bauksit, Indika juga berekspansi ke proyek tambang emas yang berada di Sulawesi Selatan. Ini hasil juga merupakan hasil akuisisi dan diperkirakan mungkin 2 atau 3 tahun telah memproduksi emas.

Keputusan perusahaan berinvestasi di proyek tembang emas karena usaha ini memiliki prospek yang positif dan harga komoditas ini stabil.

Indika dikabarkan telah resmi menyelesaikan akuisisi 72% saham milik Nusantara Resources Limited (Nusantara), sebagai pengelola tambang emas Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui anak usahanya, yaitu PT Indika Mineral Investindo (IMI).

Transaksi tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Indika Energy guna meningkatkan eksposur di sektor pertambangan emas dan memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan. Pengambilalihan saham ini dilakukan melalui mekanisme Scheme of Arrangement. 

Baca Artikel  Indonesia Siap Punya Smelter Tembaga Baru

Pada tanggal 22 September 2021, penyelesaian transaksi ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham Nusantara, pada rapat umum pemegang saham. Sementara pada tanggal 24 September 2021 pengadilan di Australia telah mensahkan proses tersebut.

Kawan tambang, total nilai transaksi tersebut sebesar AU$ 58,8 juta atau setara dengan US$ 42,7 juta (Rp 609 miliar dengan kurs Rp 14.250 per US$) untuk sekitar 72 persen saham di Nusantara. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer