Senin, Mei 27, 2024
MinerbaBatubaraGasifikasi Batubara Jadi Solusi Tekan Impor LPG

Gasifikasi Batubara Jadi Solusi Tekan Impor LPG

Selain dapat menambah nilai langsung pada perekonomian nasional secara makro dan menghemat neraca perdagangan, gasifikasi batubara juga menjadi solusi untuk menekan ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang memakan biaya hingga Rp55,7 triliun. 

Gasifikasi Batubara untuk menekan impor LPG ini dilakukan dengan mengembangkan Dimethyl Ether (DME) melalui kerja sama antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam (PTBA), dan perusahaan Amerika Serikat (AS), Air Products & Chemicals Inc. (APCI).

Proyek gasifikasi batubara ini dapat menghasilkan DME yang bisa digunakan untuk substitusi LPG dengan kapasitas 1,4 juta metrik ton per tahun atau setara dengan 1 juta LPG.

Diketahui bahwa proyek gasifikasi antara Pertamina, PTBA, dan APCI ini telah ditandatangani pada 11 Mei 2021 lalu di Los Angeles, AS dan Jakarta, Indonesia oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto, dan Presiden dan CEO APCI, Seifi Ghasemi.

Baca Artikel  Kenalin Nih, Pupuk dari Batubara Karya Anak Bangsa..

Gasifikasi batubara sebagai solusi menekan impor LPG telah diformulasikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu strategi pemerintah untuk pencapaian target bebas impor LPG pada tahun 2027 dan penurunan emisi karbon di tahun 2030.

Tidak hanya menekan ketergantungan terhadap impor LPG, proyek gasifikasi batubara juga dapat menghemat cadangan devisa hingga Rp9,7 triliun per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja. 

Baca Juga : Teknologi Gasifikasi Batubara Selamatkan Roda Perekonomian

Pelaksanaan proyek gasifikasi batubara ini sejalan dengan isu lingkungan karena akan dilakukan bersamaan proyek Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) sehingga emisi karbon dapat ditekan hingga 45%.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer