Tak ketinggalan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menguat 4,92 persen, sedangkan PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) juga menguat 3,56 persen ke Rp1.165 per saham.
Meskipun tipis, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) juga ikut menguat 0,44 persen ke Rp2.280 per saham.
Kemudian saham perusahaan Holding Kideco Jaya Agung (Kideco), PT indika Energy Tbk. (INDY) naik 0,9 persen ke Rp1.685 per saham dan ITMG menguat 1,45 persen.
Namun saham emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) berbalik melemah 0,35 persen ke Rp2.820 per saham, meskipun sempat menguat tipis pada awal perdagangan.
Penguatan harga batu bara ini dipicu oleh larangan ekspor batu bara oleh pemerintah menyusul kritisnya pasokan batu bara sejumlah pembangkit listrik dalam negeri.
Sehingga sejumlah negara telah meminta Indonesia untuk kembali membuka keran ekspor batu bara. Akhirnya pemerintah kembali membuka ekspor batu bara pada 13 Januari 2022 lalu.
Pemberian izin ekspor itu dilakukan setelah pasokan batu bara untuk PLN dinyatakan aman, yaitu mencapai hari operasi (HOP) 15 hari sampai dengan 20 hari.
Akhirnya, ekspor batu bara sudah mulai dapat dilakukan kembali secara bertahap untuk perusahaan yang telah memenuhi ketentuan domestic market obligation (DMO).




