Jumat, November 25, 2022

Perlahan Tapi Pasti, Harga Batubara Kini Terbang 12 Persen

Harga batubara saat ini masih terus merangkak naik. Bahkan dalam empat hari terakhir saja, harga batubara terbang 12 persen.

Faktor utama yang menyebabkan harga batubara naik yaitu terkait isu adanya ancaman perusahaan Rusia, Gazprom yang berencana menghentikan pengiriman gas ke Eropa serta prakiraan cuaca yang lebih dingin di sebagian Eropa. 

Pada perdagangan Rabu (23/11/2022), harga batu bara kontrak Desember di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 356,1 per ton. Harganya naik tipis 0,31%.

Penguatan dalam empat hari tersebut juga membangkitkan kembali harga batubara setelah sempat “mati suri” pada awal November.

Penguatan harga batubara ditopang oleh adanya kekhawatiran baru mengenai pasokan gas ke Eropa serta proyeksi cuaca di sebagian Eropa yang diperkirakan akan lebih dingin dalam beberapa hari ke depan.

Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) naik 3,02% sehari pada perdagangan kemarin ke 119,64 euro per megawatt-jam (MWh). Batu bara adalah sumber energi alternatif untuk gas sehingga kenaikan harga gas akan langsung mengerek harga batu bara.

Harga gas kembali melonjak setelah perusahaan Rusia Gazprom mengancam akan menghentikan aliran gas alam ke Eropa yang dikirim melalui jalur darat Ukraina mulai Senin pekan depan (28/11/2022).

Seperti diketahui, Gazprom telah menghentikan pasokan gas ke Eropa melalui jaringan bawah laut Nordstream 1. Namun, Gazprom masih mengirim gas melalui dua jalur yakni lewat Ukraina dan TurkStream.

Gazprom mengancam akan menghentikan pengiriman karena mereka mencurigai Ukraina telah mengalihkan pengiriman Gazprom untuk Moldova melalui jalur tersebut.

Ancaman Gazprom ini menjadi kekhawatiran karena terjadi di tengah upaya Eropa mengejar pasokan gas alam mereka untuk musim dingin.

Related Articles

Indonesia
63,863
Total active cases
Updated on November 25, 2022 5:20 pm

Latest Articles