Harga Minyak Anjlok Akibat Covid Jenis Baru

Adapun WTI untuk kontrak Februari turun US$1,27 atau 2,6 persen dan menetap di US$47,97 per barel.

Virus corona jenis baru menyebar di Inggris. Peneliti menyebut varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris itu lebih menular. 

Kemunculan varian baru itu meningkatkan ketakutan terhadap bahaya covid-19 yang telah menewaskan sekitar 1,7 juta orang di seluruh dunia.

Banyak negara mulai menutup perbatasan mereka ke Inggris pada Senin (21/12) dan menyebabkan kekacauan perjalanan dan meningkatkan prospek kekurangan pangan di Inggris.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa ekonomi akan kembali tertekan sehingga bisa mempengaruhi permintaan bahan bakar.

Alhasil, Brent yang pekan lalu naik di atas US$50 untuk pertama kalinya sejak Maret kembali terpuruk.

Baca Artikel  Kenali yuk Metode dan Teknik Penambangan Minyak Bumi!

“Jenis baru virus corona di Inggris telah menunjukkan kepada kita bahwa optimisme vaksin yang menahan Brent di atas 50 dolar AS per barel dapat dikempeskan dalam sekejap,”  analis Rystad Energy, Louise Dickson.

Selain sentimen itu, minyak juga mendapatkan tekanan dari penguatan dolar AS.

Greenback yang kuat membuat komoditas dalam denominasi dolar seperti minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Laporan terkait jenis baru virus corona telah membebani sentimen aset berisiko dan minyak. Pembatasan mobilitas baru di seluruh Eropa juga tidak membantu karena permintaan minyak Eropa akan terganggu,” analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.