Sabtu, September 18, 2021

Hilirisasi Batubara Topang Perekonomian Daerah

Hilirisasi batubara dinilai dapat menopang resiliensi perekonomian daerah terhadap komoditas global, khususnya bagi daerah yang bergantung pada batubara seperti Kalimantan.

Seperti diketahui, Kalimantan merupakan daerah yang memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi batubara nasional. 

90% total ekspor batubara nasional berasal dari Kalimantan. Produksi batubara di Kalimantan Timur pada triwulan II 2021 mencapai 56,45% dari total produksi Kalimantan. Sementara, Kalimantan Selatan 35,10%.

Proyek hilirisasi coal to methanol di daerah penghasil batubara seperti Kalimantan Timur merupakan pioner di Indonesia yang dapat memperkuat local value chain. Hilirisasi batubara juga berperan mendorong keterkaitan industri domestik.

Tidak hanya itu, hilirisasi berperan dalam penerimaan daerah seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Daerah dengan potensi batubara yang melimpah memiliki prospek untuk dilakukannya hilirisasi melalui amanat pengembangan dan/atau pemanfaatan.

Selain topang perekonomian daerah, hilirisasi juga dapat mendorong perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah sumber daya alam dan mengurangi impor.

Hilirisasi batubara akan memberi peluang inovasi bagi industri dan membawa kemakmuran bagi negeri.

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan percepatan hilirisasi di daerah melalui kebijakan insentif fiskal maupun non fiskal.

Baca Juga: Eksplorasi Jadi Kunci ‘Harta Karun’ Batubara Bertambah

Mengingat masih ditemukannya daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah, tetapi tidak dilanjutkan dengan industri pengolahan cenderung tidak mandiri.

Melihat potensialnya manfaat yang akan diperoleh bagi ekonomi daerah maupun secara nasional, hilirisasi menjadi salah satu dari tiga strategi besar ekonomi Indonesia bersama digitalisasi UMKM dan ekonomi hijau.

Related Articles

Indonesia
68,942
Total active cases
Updated on September 18, 2021 4:25 am

Latest Articles