“Di Kideco Jaya Agung kami sudah install solar PV di mess karyawan dan dalam waktu dekat kami siapkan dekarbonisasi power di operasional Kideco dan seluruh anak usaha Indika Energy,” ungkap Azis.
Dengan pengalaman hampir 50 tahun di bidang energi, Indika Energy dan seluruh anak perusahaan berkomitmen untuk memperluas arti energi bagi masyarakat Indonesia dengan upaya meraih 50 persen pendapatan dari sektor non batubara pada 2025 dan mencapai target netral emisi karbon pada 2050.
“Tahun ini merupakan momentum penting Indika Energy untuk terus menghadirkan energi dalam arti yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa, Energi Untuk Negeri,” kata Presiden Direktur PT Indika Energy, Arsjad Rasjid.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, INDY bersama anak perusahaannya PT Indika Energy Infrastructure juga mendirikan perusahaan bernama PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI).
PT Electra Mobilitas Indonesia tersebut berfokus dalam mengembangkan sektor usaha kendaraan listrik terutama kendaraan listrik roda dua.
Arsjad menyampaikan, Indonesia harus siap untuk masuk mengembangkan kendaraan listrik.
Pihaknya membaca dengan saksama peluang berkompetisi dengan manufaktur dari luar negeri.
Hal ini juga mendorong perseroan ikut untuk masuk ke sektor usaha kendaraan listrik.
“Kita beli teknologi dari luar negeri bawa ke Indonesia, dan mengembangkannya. Kalau kembangkan dari awal take time.Kita believe Indonesia bisa berkompetisi. Akhirnya kita bisa berkolaborasi create sesuatu yang strong,” pungkasnya.




