Sabtu, November 27, 2021

Indonesia Kabarkan Garap Logam Tanah Jarang Bersama China

Indonesia bersama China kabarkan akan mengeksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ). Pasalnya saat ini, Indonesia belum mampu untuk memanfaatkan LTJ untuk kepentingan domestik, sehingga membutuhkan negara-negara yang memiliki teknologi yang memadai seperti China.

Indonesia dianugerahi dengan keberadaan LTJ yang melimpah. LTJ memiliki banyak manfaat seperti bahan baku baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika hingga pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

Tidak hanya itu, LTJ juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pertahanan hingga kendaraan listrik. Dari keberagaman manfaat tersebut, LTJ menjadi bahan incaran dunia.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan, saat ini mereka sudah buat satu rencana terkait penyelidikan LTJ, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Badan Geologi pun sudah memiliki rangkaian kegiatan sebagai upaya mengembangkan LTJ seperti eksplorasi, menyediakan informasi keterdapatan sumber LTJ yang bersumber dari berbagai penelitian, pelaku usaha dan institusi lainnya. 

“Juga rencana kerja sama dengan negara-negara yang kuasai teknologi tanah jarang seperti Tiongkok. Di sana ada Badan Geologi sejenis China Geological Survey,” ujar Eko.

Berdasarkan buku Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia, keberadaan LTJ kemungkinan dapat dijumpai pada batubara.

Beberapa mineral yang mengandung LTJ utama antara lain, bastnaesit, monasit, xenotim, zirkon, dan apatit. Mineral tersebut adalah mineral ikutan dari mineral utama seperti timah, emas, bauksit, dan laterit nikel. 

Baca Juga : Harga Nikel Terangkat Berkat Pulihnya Industri China

Saat ini cadangan LTJ terbesar di dunia berada di China, tidak hanya itu negeri tirai bambu ini juga merupakan produsen LTJ terbesar di dunia.

LTJ dapat ditemukan pula di Amerika Serikat, tepatnya Mountain Pass AS. Lalu di Australia bagian selatan, Olympic Dam di mana pada tahun 1980-an ditemukan cebakan raksasa yang mengandung sejumlah besar unsur-unsur tanah jarang dan uranium.

Related Articles

Indonesia
8,226
Total active cases
Updated on November 27, 2021 11:25 pm

Latest Articles