Perusahaan Induk Kideco Catat Laba Bersih US$ 58 Juta di 3 Bulan Pertama 2023

Sedangkan PT Tripatra Engineers & Constructors dan PT Tripatra Engineering (Tripatra) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 10,4% menjadi US$ 66,5 juta dari sebelumnya US$ 74,2 juta. Penyebab utamanya adalah penurunan pendapatan proyek BP Tangguh yang hampir selesai, sebesar 19,6% menjadi US$ 54,3 juta.

Sebagai hasilnya, Laba Kotor 3M 2023 Indika Energy tercatat sebesar US$ 199,1 juta, atau turun 23,7% dari periode sebelumnya. Marjin Laba Kotor Perseroan juga turun menjadi 22,0% dari sebelumnya 31,4%, karena pemberlakukan tarif royalti batu bara yang baru untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Sementara itu, Beban Penjualan, Umum dan Administrasi Perseroan meningkat sebesar 22,8% menjadi US$ 49,2 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 40,1 juta, yang disebabkan oleh kenaikan biaya pemasaran di Kideco dan biaya DMO batubara di MUTU.

Baca Artikel  Cari Tahu Cara Kerja Peledakan Tambang Bawah Tanah

Pada 3M 23 Perseroan mengucurkan US$ 32,8 juta untuk investasi baru, yang mayoritas dialokasikan untuk PT Indika Multi Properti (Indika Nature) sebesar US$ 13,0 juta. Di mana US$ 11,5 juta di antaranya digunakan untuk akuisisi 46% saham PT Natura Aromatik Nusantara (produsen minyak atsiri), PT Ilectra Motor Group (IMG) sebesar US$ 6,0 juta, proyek Awakmas sebesar US$ 5,0 juta dan Interport sebesar US$ 4,6 juta. 

Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 22,4 juta, US$ 3,8 juta untuk bisnis batubara, yaitu Kideco sebesar US$ 1,7 juta, IIR sebesar US$ 1,6 juta, PT Indika Digital Teknologi sebesar US$ 0,3 juta dan Interport sebesar US$ 0,2 juta. 

Belanja modal bisnis non-batubara terutama dialokasikan untuk IMG sebesar US$ 1,9 juta, Indika Nature sebesar US$ 2,4 juta, dan PT Indika Mineral Investindo (terutama untuk proyek Awakmas) sebesar US$ 14,2 juta.

Baca Artikel  Ragam Pemanfaatan Drone Pada Industri Pertambangan

Perseroan juga mendapatkan fasilitas kredit sebesar US$ 250 juta, dengan tenor 5 tahun dari Bank Mandiri, Bank BNI, Bank UOB Indonesia, Bank DBS Indonesia dan Bank KB Bukopin untuk mendanai pengembangan dan konstruksi proyek Awakmas. 

Kawan tambang, Indika Energy semakin memperkuat diversifikasi di sektor non-batubara, termasuk dalam bidang energi baru dan terbarukan, kendaraan listrik dan nature-based solutions untuk mewujudkan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan menuju netral karbon pada tahun 2050.