“Kita beli teknologi dari luar negeri bawa ke Indonesia, dan mengembangkannya. Kalau kembangkan dari awal take time.Kita believe Indonesia bisa berkompetisi. Akhirnya kita bisa berkolaborasi create sesuatu yang strong,” kata dia.
Selain itu, ia mengungkapkan, sektor energi dan mineral juga tengah menghadapi tantangan dalam masa pandemi Covid-19. Salah satu tantangan yang paling terasa adalah menyoal transisi energi menuju energi baru dan terbarukan. Menurut Arsjad, menuju energi baru terbarukan suatu keniscayaan sehingga perlu kembali melihat energi Indonesia yang dimiliki dan dioptimalkan untuk masyarakat.
“Kita perlu memastikan Indonesia memiliki berbagai solusi energi yang beragam dan berpotensi yang dimiliki, aspek keekonomiannya. Energi terbarukan, sistem energi, terus berkembang dan semakin murah setiap tahun. Ini dapat upaya akselerasi transisi energi,” ujarnya
Di samping itu, untuk pengembangan energi baru dan terbarukan, Arsjad mengungkapkan, perseroan saat ini mendirikan perusahaan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMTS). PT Indika Energy Tbk menggandeng Fourth Partner Energy (4PEL), pengembangan solusi tenaga surya di India.
“Kami bersama sudah komitmen investasi USD 500 juta untuk investasi ke depan untuk lima tahun. Sambil melihat perkembangan yang ada. Kami ingin kolaborasi, karena tadi bergotong royong, bagaimana bisa joined forces sehingga bisa hasilkan lebih cepat,” pungkasnya




