Dalam catatan sejarah, sebutan ROV sendiri pertama kali dibuat oleh Dimitri Rebikoff pada tahun 1953, yang membuat ROV dengan nama POODLE. Awalnya para angkatan laut Amerika Serikat, dengan teknologi tinggi mengembangkan ROV untuk mengangkat ranjau-ranjau di dasar laut dan peristiwa hilangnya bom atom di Spanyol pada kecelakaan pesawat di tahun 1966.
Seiring dengan teknologi yang berkembang, generasi berikutnya banyak menggunakan ROV untuk mendukung pekerjaan di pengeboran minyak lepas pantai. ROV pertama kali yang dilibatkan dalam hal ini adalah RCV-225 dan RCV-150 yang dibuat oleh Hydro Products, Amerika Serikat.
Dalam penggunaannya, ROV juga bisa digunakan untuk kalangan militer, bisnis atau komersial, maupun akademis dan riset. Sebagai contoh penggunaan ROV untuk tujuan komersil di dunia pengeboran minyak dan gas lepas pantai adalah inspeksi atau pemeriksaan anjungan atau kilang minyak. Selain itu, ROV bisa menjadi pendukung pengeboran dan konstruksi, dari inspeksi visual, memonitor pelaksanaan pengeboran dan konstruksi, sampai melakukan perbaikan-perbaikan jika diperlukan.
Canggihnya lagi, ROV akan sangat mendukung pekerjaan pemasangan kabel telekomunikasi bawah laut, sehingga terlindung dari gangguan nelayan (kapal trawl) dan kemungkinan kapal membuang jangkar.




