Minggu, April 14, 2024
MinerbaBatubaraJuara! Sektor Mineral Batubara Setor Rp224 Triliun ke APBN

Juara! Sektor Mineral Batubara Setor Rp224 Triliun ke APBN

ilmutambang.comPemerintah Indonesia mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM hingga kuartal III 2023 sebesar Rp224 triliun. Angka ini paling tidak telah menyentuh 99,90 persen dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini, yaitu sebesar Rp 225 triliun.

Tingginya realisasi PNBP sektor ESDM ini didongkrak oleh pendapatan SDA subsektor mineral dan batubara (minerba), yang melesat melebihi dari target tahun 2023 hingga 155,93 persen.

PNBP dari sub sektor minerba berasal dari peningkatan iuran produksi atau royalti batubara. Akibat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2022 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian ESDM.

Meskipun rata-rata Harga Batubara Acuan (HBA) turun selama periode Januari sampai dengan Agustus 2023, namun kenaikan tarif royalti batubara mampu menutupi penurunan HBA tersebut.

Baca Artikel  Mengenal Pendeta Albertus, Orang Pertama Penemu Nikel di Indonesia

Sedangkan PNBP minyak dan gas bumi (migas), baru mencatatkan realisasi sebesar 66,96%, yaitu sebesar Rp87 triliun, dari target Rp131 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi perlambatan penerimaan migas non pajak.

Perlambatan ini disebabkan menurunnya harga minyak mentah Indonesia (ICP), akibat ketegangan geopolitik. Sehingga harga minyak mentah dunia juga mengalami penurunan, tingkat inflasi, pelemahan ekonomi negara-negara di dunia dan penurunan lifting minyak.

Sementara realisasi PNBP panas bumi tercapai Rp1,3 triliun, sekitar 64% dari target, yaitu sebesar Rp2,1 triliun. PNBP Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian ESDM melebihi target 104,74 persen. Dari target Rp412 miliar, yaitu sebesar Rp432 miliar. Sedangkan PNBP lainnya, dari target Rp6,2 triliun tercapai sekitar Rp2,4 triliun.

Baca Artikel  Pansus PDRD Lakukan Kunjungan Kerja ke PT Kideco Jaya Agung

Sentimen kenaikan harga komoditas energi masih ditentukan oleh konflik Israel dan Hamas. Ketegangan geopolitik ini telah memengaruhi pergerakan harga gas dalam beberapa hari terakhir.

Sedangkan harga batubara terus turun sejak awal tahun, padahal sempat melampaui US$400 per ton. Untuk itu negara pemasok energi seperti Indonesia harus menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi keadaan geopolitik seperti itu.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer