Minggu, April 14, 2024
Berita TambangMengenal Pendeta Albertus, Orang Pertama Penemu Nikel di Indonesia

Mengenal Pendeta Albertus, Orang Pertama Penemu Nikel di Indonesia

ilmutambang.com – Pendeta Albertus sang penemu Nikel pertama di Indonesia. Sebagai negara pemilik cadangan nikel terbesar dunia, Indonesia dinobatkan sebagai dan produsen nikel nomor satu sejagat raya.

Merujuk data Kementerian ESDM 2022, Indonesia memiliki 72 juta ton cadangan nikel atau 26 persen cadangan nikel global dan mampu memproduksi 1,6 juta metrik ton setiap tahunnya.

Untuk itu pemerintah terus menggenjot program hilirisasi komoditas nikel dan hasil tambang lain, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah. Melalui program ini, nilai tambah ekspor nikel ke luar negeri melejit puluhan kali lipat menjadi US$ 33,8 miliar atau Rp 510-an triliun pada 2022. 

Namun tidak banyak orang tahu bahwa yang menemukan nikel pertama di Indonesia adalah seorang pendeta. Dia adalah Albertus Christiaan Kruyt.

Baca Artikel  Kideco Sabet Sejumlah Penghargaan Good Mining Practice (GMP) Award 2023

Kruyt lahir di Jombang, 10 Oktober 1869. Kruyt bertugas sebagai pendeta dan misionaris dari Nederlandsch Zendeling Genootschap. Selama bertugas sebagai penyebar agama Kristen, ia sering keliling Indonesia.

Saat di Sulawesi Kruyt ikut serta mencari nikel, mengikuti jejak Paul Sarasin dan Fritz Sarasin telah lebih dulu mencari nikel di Sulawesi pada 1896. 

Kruyt berhasil menemukan nikel pertama di Indonesia secara tidak sengaja saat meneliti bijih nikel di Pegunungan Verbeek, Sulawesi, pada 1901. 

Pada 1900-an, penggunaan nikel sangat tinggi untuk bahan campuran logam bukan besi, baja tahan karat, keramik, katalisator dan sebagainya.  Berita ditemukannya nikel oleh Kruyt di Indonesia itu membuat banyak peneliti asing berbondong-bondong datang ke Sulawesi. 

Baca Artikel  5 Faktor yang Mempengaruhi Kestabilan Lereng Tambang

Salah satunya adalah Eduard Cornelius Abendanon dan pada 1915 ia melakukan survey geologi yang komprehensif dan berhasil menjelaskan batuan dasar di wilayah Verbeek.

Melihat potensi ekonomi nikel, setahun kemudian pemerintah kolonial mengumumkan bahwa di Verbeek dan kawasan Danau Matano terdapat simpanan nikel dan besi dalam jumlah besar.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer