Mengenal Pendeta Albertus, Orang Pertama Penemu Nikel di Indonesia

Namun baru pada 1914 temuan nikel mulai dikerjakan dengan memberi hak eksploitasi dari Perusahaan Pertambangan Celebes (Mijnbouw Maatschappij Celebes) dan Perusahaan Pertambangan Tolitoli serta mengundang perusahaan tambang asal Kanada, yaitu International Nickel Company, Ltd (INCO).

Pada 1937 Flat Elves ahli geologi INCO, Ltd diundang oleh sebuah perusahaan eksplorasi Belanda untuk melanjutkan studi endapan nikel laterit di Sulawesi dan sekitarnya.

Ini awal mula jejak INCO di Indonesia, kemudian berjalan lewat PT International Nickel Indonesia yang kini berubah nama menjadi PT Vale Indonesia. 

Namun eksploitasi nikel ini tidak berlangsung lama, karena Jepang mulai masuk Indonesia. Lalu pada 1945 terjadi perang dengan Belanda dan saat perang usai, di Sulawesi terjadi pemberontakan. 

Baca Artikel  Kideco Sabet Sejumlah Penghargaan Good Mining Practice (GMP) Award 2023

Setelah situasi kondusif, Presiden Sukarno menutup pintu masuknya modal dan perusahaan asing ke Indonesia. Itu membuat nikel terbengkalai selama 24 tahun sejak 1942-1966. 

Barulah pada 1967 saat Presiden Soeharto berkuasa ia mengesahkan UU Penanaman Modal Asing, maka nikel mulai kembali ditambang.

Kawan tambang, mulai saat itu banyak perusahaan diberi hak pertambangan, yang terbesar diberikan kepada PT International Nickel Indonesia (INCO) dengan wilayah operasi meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.