Abdul juga menambahkan, adanya pemandian muslimah ini dapat digunakan juga sebagai media dakwah khususnya kepada kaum hawa.
Fasilitas lainnya dari pemandian ini adalah pihak wisata juga telah menyediakan pakaian serta kerudung yang dapat digunakan oleh wisatawan, untuk digunakan di kolam pemandian.
Pemandian muslimah dengan nuansa eksotis serta eksklusif ini, dapat dikunjungi dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 saja.
Selama pandemi Covid-19 pengunjung dibatasi hanya lima sampai sepuluh orang saja dengan durasi 45 menit hingga 1 jam.
Desa ini membawa pulang juara 1 sebagai desa brilian se-Indonesia dalam Program Inkubasi BRIncubator Goes to Desa Brilian tahun 2020. Pencapaian ini dikarenakan keuntungan mandiri dari WIsata Setigi lebih dari Rp2,5 miliar per tahun.
Abdul menjadi motor utama dalam kesejahteraan desa ini. Lahan bekas tambang kapur yang terbengkalai dan menjadi tumpukan sampah, ia bersihkan bersama dengan warga desa lainnya.
Upaya Abdul dan warga desa membuahkan hasil memuaskan, kini tempat tersebut menjadi tempat wisata yang indah dan memberikan dampak positif bagi warga desa.




