Rabu, Februari 1, 2023
MinerbaBatubaraKonflik Rusia-Ukraina, Batubara Indonesia Jadi Rebutan Dunia

Konflik Rusia-Ukraina, Batubara Indonesia Jadi Rebutan Dunia

Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada harga-harga komoditas seperti minyak, gas bumi, nikel hingga batubara yang terus melonjak.

Tidak hanya masalah harga, tetapi juga mengganggu suplai komoditas-komoditas yang berasal dari Rusia.

Beberapa negara importir komoditas di Eropa Barat dan Timur dan China saat ini sedang mencari suplai pasokan alternatif, tentu saja termasuk nikel dan batubara. Mereka tengah menjajaki peluang mencari nikel dan batubara Indonesia.

Indonesia merupakan negara produsen batubara dunia. Pada 2022 ini saja, pemerintah Indonesia menargetkan produksi batubara sebesar 663 juta ton.

Sebanyak 497,2 juta tonnya ditujukan untuk pasar ekspor dan sisanya 165,7 juta ton untuk konsumsi dalam negeri sendiri.

Saat ini, produsen batubara Indonesia memang sedang mengoptimalkan produksi, yang sempat terhambat pada Januari 2022.

Baca Artikel  Transisi Energi Terbarukan Jadi Peluang Baru Sektor Batubara

Namun masalahnya, apakah mereka akan meningkatkan produksi batubaranya, yaitu dengan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada 2022 ini.

Sementara untuk nikel, pada 2021 Indonesia memproduksi nikel sebesar 1 juta ton. Sedangkan Filipina memproduksi 370 ribu ton dan Rusia 250 ribu ton. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia.

Rusia merupakan produsen Class 1 Nickel yang paling besar yang memasok kebutuhan di dunia. Kecuali Indonesia, negara lain tidak mungkin dapat menutup pasokan ini.

Baca Juga: Efek Konflik Rusia-Ukraina, Eropa Jajaki Batubara Indonesia

Indonesia memiliki cadangan logam nikel sebesar 72 juta ton, ini merupakan 52% dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 139.419.000 ton Ni.

Baca Artikel  Mengenal Manfaat Material Hasil Tambang di Dunia Militer

Melihat data tersebut, bukan tidak mungkin Indonesia saja bisa saja menggeser posisi Rusia sebagai pemasok utama batubara dan nikel bagi dunia, dikarenakan situasi produksi di Rusia terganggu akibat konflik dengan Ukraina.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer