Senin, April 15, 2024
Berita TambangLimbah Batubara untuk Pengembangan Blue Economy di Batang

Limbah Batubara untuk Pengembangan Blue Economy di Batang

Sosialisasi Aplikasi Teknologi Restorasi Ekosistem Pesisir Berbahan Beton dari Limbah Batubara untuk Pengembangan Blue Economy di Kabupaten Batang, Jawa Tengah mulai diluncurkan.

Program ini akan memanfaatkan limbah batubara PLTU Batang 2 x 1.000 MW, melalui pembuatan substrat terumbu karang buatan atau APR (Artificial Patch Reef) dan rumah ikan buatan atau AFA (Artificial Fish Apartment).

Kegiatan ini sangat berguna bagi kelangsungan kehidupan laut di pesisir Kabupaten Batang. Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang kini sudah tidak lagi menjadi limbah B3, salah satunya sebagai alternatif terbaik untuk pembuatan terumbu karang buatan.

Program ini akan disebar di empat desa, yakni Desa Klidang Lor, Desa Depok, Desa Ujungnegoro dan Desa Kedungsegog selama 45 hari. Mereka akan melakukan diskusi untuk menerima masukan dari para nelayan terkait program ini.

Baca Artikel  Mengenal Ragam Manfaat FABA di Bidang Konstruksi

Dalam program tersebut berhasil dibuat 265 modul fish apartement yang terdiri dari 225 modul rumah ikan berbahan plastik dan 40 modul rumah ikan berbahan beton dan dengan lokasi penenggelaman di Karang Maeso, Karang Kretek, dan dua lokasi lainnya di wilayah perairan Kabupaten Batang.

Aplikasi teknologi restorasi ekosistem pesisir berbahan beton dengan memanfaatkan limbah batubara tersebut ditujukan untuk pengembangan blue economy di Kabupaten Batang.

Program ini merupakan Kemitraan Universitas Diponegoro (UNDIP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer