Jumat, Juni 14, 2024
Berita TambangMelihat Kondisi Pertambangan di Indonesia dan Tantangan yang Dihadapi

Melihat Kondisi Pertambangan di Indonesia dan Tantangan yang Dihadapi

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, di antaranya mineral, energi hingga batubara.   

Indonesia kemudian menjadi lahan subur bagi industri pertambangan yang menghasilkan 39 persen pertambangan emas, nomor dua di bawah negara Tiongkok. 

Namun pertanyaannya, bagaimana dengan perkembangan terhadap pertambangan berkelanjutan? Apa tantangan yang dihadapi perusahaan selama ini? Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini: 

Kondisi Pertambangan dan Tantangan Bagi Para Pelaku Usaha

  1. Energi yang Tidak Terbarukan

Sebagian besar sumber daya alam yang diolah industri pertambangan merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Hal tersebut membuat industri pertambangan selain perlu menjadikan energi tersebut sebagai sumber profit, juga harus mampu menemukan sumber energi pengganti saat sumber energi tersebut mulai mencapai batas akhir.

  1. Regulasi Pertambangan

Dengan potensi pertambangan yang melimpah, maka Indonesia  membutuhkan regulasi yang jelas dan ketat dalam memberikan izin usaha kepada para pengusaha industri pertambangan. Karena industri ini berkaitan erat terhadap dampak sosial, ekonomi dan budaya yang ada disekitar wilayah kerjanya.

Baca Artikel  Mengenal Lebih Dekat 5 Alat Berat yang Ada di Pertambangan

Peraturan dan Kebijakan yang jelas dan ketat ini diharapkan dapat mengontrol proses pertambangan di segala aspek tersebut. Sehingga tidak meninggalkan masalah yang tidak terselesaikan dan menimbulkan kerusakan lingkungan dan ekosistem.

  1. Metode Bio Rehab Memulihkan Lahan Bekas Pertambangan

Untuk memulihkan lahan terganggu akibat eksploitasi pertambangan, maka aplikasi metode Bio Rehab atau Bioremediasi sangat dibutuhkan. 

Metode ini merupakan aktivitas pembenahan lahan menggunakan hayati atau mikroorganisme, di mana lahan yang terganggu setelah eksploitasi diperlakukan khusus sebelum melakukan penanaman kembali atau revegetasi. 

Titik krusial  metode Bio Rehab terletak pada proses penataan, penyiapan dan perlakuan pada lahan sebelum ditanami tumbuhan. 

Melalui reklamasi yang tepat, maka dampak kerusakan lingkungan dapat dikurangi dan akan mengembalikan fungsi lahan dan layak untuk ditanami kembali oleh masyarakat. Sehingga akan memberikan dampak pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca Artikel  Keren! Eks-Tambang Timah Disulap Jadi Kawasan Wisata

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer