2. Teknologi Tiourea
Metode pengolahan emas dengan teknologi tiourea bisa dijadikan alternatif dari penggunaan sianida. Umumnya metode pengolahan ini dipakai pada batuan yang berjenis sulfida rendah dan primer. Keunggulannya, tiourea tidak mengandung racun sehingga sangat aman dalam proses penggunaanya.
Untuk prosesnya juga terbilang cepat jika dibandingkan dengan menggunakan sianida. Namun, masih dibutuhkan tambahan campuran dari H2SO4 atau asam sulfur.
3. Teknologi Tiosulfat
Selain menggunakan sianida, teknologi tiosulfat juga bisa jadi cara terbaik untuk digunakan. Dalam penggunaannya, tiosulfat mempunyai dua jenis senyawa, yaitu ammonium thiosulfate dan sodium thiosulfate. Kedua ini bisa digunakan untuk melarutkan perak dan emas. Kendati demikian setiap tingkat kecepatan pada prosesnya akan berbeda-beda.
4. Teknologi Igoli
Pada proses pengolahannya teknologi igoli menggunakan campuran sodium metabisulphite, pool acid dan sodium hypochlorite. Hasil dari pengolahan dengan menggunakan teknologi ini dapat berupa emas murni 99,09 persen.
5. Teknologi Flotasi
Penggunaan teknologi flotasi memanfaatkan proses pemisahan emas dari suatu zat dengan menggunakan zat lain yang memiliki tingkat sifat yang sama. Dalam pengolahan, metode ini memanfaatkan udara dan kemudian menambahkan bahan kimia ke dalam bijih batuan yang bentuknya sudah dihaluskan. pada akhirnya, emas murni akan mengambang di permukaan air.




