Jumat, Maret 1, 2024
Berita Tambang2 Negara Ini Miliki Tambang Bawah Tanah Terbesar di Dunia

2 Negara Ini Miliki Tambang Bawah Tanah Terbesar di Dunia

Setiap negara di dunia hampir memiliki sistem penambangan bawah tanah. Tambang dalam/bawah tanah (underground mining) adalah metoda penambangan yang aktivitasnya dilakukan di bawah permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar.

Terdapat beberapa tujuan kenapa sebuah perusahaan tambang melakukan penambangan bawah tanah, salah satu alasanya yaitu tambang bawah tanah tidak terpengaruh cuaca karena bekerja dibawah permukaan tanah

Nah pada artikel kali ini akan membahas tentang pertambangan bawah terbesar yang ada di dunia Kawan. Penasaran ada di negara mana saja tambang bawah tanah terbesar di dunia? Yuk langsung simak saja informasinya di bawah ini: 

  1. El-Teniente, Chile

Tambang bawah tanah El-Teniente terletak di kota Sewell, di sekitar Pegunungan Andes Chile. El-Teniente memiliki memiliki drift (lorong berbentuk horizontal) sepanjang 1.900 mil.

Wilayah tambang El-Teniente mencapai kedalaman hampir 1.400 kaki atau 427 meter di bawah permukaan tanah. El-Teniente juga memiliki pintu masuk areal tambang bawah tanah yang terletak pada ketinggian 7.500 kaki atau 2.286 meter di atas permukaan laut.

Baca Artikel  Begini Nasib Batubara di Tahun 2025

Perusahaan Tambang El Teniente telah beroperasi sejak 1905 dan telah mencapai tingkat produksi sebesar 500.000 ton tembaga dalam setahun. El-Teniente juga telah melakukan upaya ekspansi untuk mengakses cadangan bijih tambahan sebesar 2,2 miliar ton. 

  1. Kiruna Mine, Swedia

Perusahaan Tambang Kiruna Mine terletak di Norrbotten County, Lapland, Swedia, Tambang Kiruna telah beroperasi sejak 1898 dan telah menghasilkan lebih dari satu miliar ton bijih besi. Perusahaan tersebut rata-rata memproduksi bijih sekitar 30 juta ton bijih besi per tahun. 

Hingga 1999, level terdalam tambang Kiruna Mine mencapai 775 meter (2.543 kaki). Namun setelah 1999, penambangan masuk ke level yang lebih dalam yaitu mencapai kedalaman sekitar 1.045 meter (3.428 kaki). 

Kedalaman 1.045 meter (3.428 kaki) ini dapat mendukung produksi bijih besi hingga 2018. Hingga pada 28 Oktober 2008, Kiruna Mine memutuskan untuk masuk ke level penambangan yang lebih dalam, yaitu hingga 1.365 meter (4.478 kaki) dengan biaya sebesar US $ 1,7 miliar.

Baca Artikel  3 Langkah Mudah Industri Pertambangan Menjaga Lingkungan

Sejak 1960-an Kiruna Mine menggunakan metode penambangan caving sub-level. Tambang ini mempunyai kedalaman sekitar 3,5 kilometer, satu-satunya tambang paling dalam dunia. 

Tambang Kiruna Mine memiliki tubuh bijih dengan panjang 4 km (2,5 mi), 80 meter (260 kaki) hingga 120 meter (390 kaki) dan kedalaman hingga 2 km (1,2 mil). 

Pada 1985, cadangan Tambang Kiruna Mine mencapai 1.800 juta ton dengan kadar hingga 60-65 % besi dan 0,2% fosfor. Pada 2018, Tambang Kiruna memiliki cadangan terbukti dan cadangan terkira sekitar 683 juta ton dengan kadar besi 43,8%.

Tambang ini mempunyai panjang terowongan dan lorong sekitar 800 kilometer dan mempekerjakan sekitar 5.600 buruh tambang. Saat ini para pekerja terus memperdalam tambang hingga sekitar 3,9 kilometer ke bawah tanah.

Baca Artikel  Drill Jumbo, Jagonya Ngebor Tambang Bawah Tanah

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer