Pandemi Tak Menghambat Produksi Nikel RI

Pandemi Tak Menghambat Produksi Nikel

Lebih lanjut Yunus mengatakan, penjualan domestik untuk katoda tembaga cukup rendah yakni sebesar 57,8% karena sebagian industri kabel tidak bisa menyerap semua produksi. Lalu, perak 95%, dan emas 101%.

Untuk diketahui, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah memproduksi nikel dalam matte sebesar 55.792 ton selama Januari-September 2020, naik 10,4% dari 50.531 ton pada periode yang sama 2019.

CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan, capaian operasi pada kuartal ketiga 2020 ini menunjukkan kinerja yang lebih baik meski dalam situasi pandemi.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan perusahaan memperkirakan produksi nickel matte pada tahun ini mencapai 73.000 ton, lebih tinggi dari target awal sebesar 71.000 ton. 

Baca Artikel  Pentingnya Implementasi Digitalisasi di Dunia Pertambangan

Hal ini dikarenakan perusahaan menunda pelaksanaan perawatan tanur listrik 4 menjadi kuartal dua 2021 dari rencana awal yang seharusnya akan dilakukan tahun ini.

Adapun harga rata-rata nikel matte pada 2020 sebesar US$ 9.815 per ton, naik tipis dibandingkan semester I 2019 yang sebesar US$ 9.479 per ton.