Demi mengatasi masalah ini, Indonesia belum mampu menutup kekurangan pasokan tersebut. Per 17 April 2022, ekspor batubara Indonesia sebanyak 49,73 juta ton sementara produksinya sebesar 159,4 juta ton. Penyebabnya adalah ketatnya syarat ekspor yang diajukan oleh pemerintah, sehingga produsen batubara harus memenuhi kewajiban DMO terlebih dahulu.
Australia sebagai salah satu pemasok utama dunia juga belum bisa memulihkan produksi batubara secara penuh karena terkendala banjir di Februari.
Pada tahun 2020, perdagangan global batubara thermal mencapai 978 juta ton. Indonesia adalah eksportir terbesar dengan besaran hingga 40%. Australia di posisi kedua dengan porsi 20%, disusul Rusia (18%), Afrika Selatan (8%), Kolombia (5%) dan Amerika Serikat (2,5%).
Pada 2020 pasokan batubara energi tinggi di Uni Eropa mencapai 146 juta ton, 57 juta ton diproduksi sendiri sementara 89 juta diimpor.
Diproyeksikan tahun ini harga batubara diprediksi naik 27% dibandingkan proyeksi sebelumnya, menjadi US$ 240 per ton.




