Kamis, April 18, 2024
Berita TambangRusia Batasi Ekspor ke Eropa, Harga Batubara Terkerek Naik

Rusia Batasi Ekspor ke Eropa, Harga Batubara Terkerek Naik

Sejak Rabu (15/6/2022), harga batubara terus menunjukkan tren naik dari minggu sebelumnya. Batubara kontrak Juli ditutup di harga US$ 358,75 ton per ton di pasar internasional, menguat 3,57% pada penutupan perdagangan Jumat (17/6/2022).

Setelah batubara tumbang selama periode 7-14 Juni 2022, maka kenaikan harga batubara itu merupakan kabar positif. Harga batubara acuan Ice Newcastle dalam sepekan tercatat menguat 4%. Sementara dalam sebulan masih anjlok 12,52%, namun sepanjang tahun ini harga batubara masih meroket lebih dari 136,41%.

Tingginya harga gas alam cair dan permintaan yang masih besar merupakan penyebab kenaikan harga batubara tersebut. Karena Rusia membatasi pasokan ke Eropa dan faktor cuaca, maka harga gas alam cair diperkirakan masih akan terus naik. 

Baca Artikel  Bangkit! Harga Batubara Melonjak Hampir 6%

Freeport LNG adalah salah satu pemasok besar gas alam cair juga mengalami persoalan sehingga berdampak kepada pasokan. Salah satu terminal mereka di Gulf Coast, Texas. Akibatnya, batubara kemudian menjadi alternatif bahan bakar pengganti.

Harga gas alam cair masih akan mengalami lonjakan harga, karena situasi di Rusia dan di Gulf Coast masih terjadi badai. 

Baca Juga: Top! Jerman Sampai India Fokus Incar Batubara Indonesia

Kenaikan harga batubara juga didorong oleh kenaikan permintaan dari India, karena pembangkit listrik meningkatkan stok batubara mereka menjadi 40 juta ton, selama hujan yang akan berlangsung Juli-September. 

Selain itu, Australia permintaan dan penggunaan batubara diperkirakan juga akan meningkat.  Negara Kanguru saat ini tengah menghadapi krisis listrik setelah pembangkit listrik mereka kekurangan pasokan batubara. 

Baca Artikel  PT Kideco Optimis Profit Pasca Melesatnya HBA Juni

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer