Dukungan dari seluruh negara anggota ASEAN dan tiga negara mitra wicara AMEM+3 (Jepang, Korea, dan RRC) diharapkan dapat mewujudkan pemanfaatan CCT COE dan meningkatkan kemampuannya dalam hal keahlian, fasilitas dan sumber daya.
“Indonesia berharap kerja sama dalam ASEAN Forum on Coal dapat menjadi think tank untuk mempromosikan penggunaan clean coal technology bersamaan dengan pergerakan ASEAN ke arah transisi energi yang lebih bersih dan ekonomi rendah karbon,” kata Arifin, Jumat (20/11).
Dalam rangkaian pertemuan ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-38, para Menteri Energi ASEAN juga bertemu dengan Menteri East Asia Summit Energy Minister Meeting (EAS-EMM) yang meliputi AMEM+3 ditambah Amerika Serikat, Australia, India, Selandia Baru, dan Rusia.
Pertemuan AMEM ke-38 juga menghadirkan organisasi internasional International Energy Agency (IEA) dan International Renewable Energy Agency (IRENA) untuk melihat perspektif energi global dan kaitannya dengan kawasan ASEAN.
Target penurunan intensitas energi ASEAN sebesar 20% pada tahun 2020, telah dicapai lebih dini pada tahun 2018 sebesar 21%.
Pencapaian ini membuat ASEAN optimis dapat meraih target baru pengurangan intensitas energi sebesar 32% pada tahun 2025.
Sementara itu, ASEAN masih menghadapi tantangan dalam usaha meraih target bauran energi terbarukan, yang pada tahun 2018 sebesar 13,9% dari total suplai energi primer.
Angka ini masih cukup jauh dari target 23% pada tahun 2025, namun ASEAN bersepakat menambahkan target kapasitas terpasang energi terbarukan di pembangkit tenaga listrik mencapai 35% tahun 2025.




