Jumat, Maret 1, 2024
Berita TambangPotensi Unsur Tanah Jarang dalam Batubara

Potensi Unsur Tanah Jarang dalam Batubara

Potensi Unsur Tanah Jarang dalam Batubara – Pesatnya laju peradaban dan teknologi mendorong kita untuk terus berinovasi dan mampu menciptakan energi ramah lingkungan (green energy, dengan tujuan mengurangi penggunaan energi emisi karbon (CO2) yang tinggi. 

Dunia saat ini sedang berpacu dalam riset untuk mengembangankan energi dan industri yang ramah lingkungan melalui penggunaan mineral/valuable elements sebagai bahan baku sumber energi.

Salah satu mineral yang bisa digunakan adalah rare earth elements (REE) atau unsur tanah jarang (UTJ).

Mungkin kita asing mendengar REE, padahal REE adalah unsur penting yang digunakan pada berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari seperti telepon seluler, hard drive, lensa kamera, microwave, peralatan medis, persenjataan canggih maupun berbagai produk teknologi tinggi lainnya.

Baca Artikel  4 Faktor Penentu Ketahanan Tambang di Masa Digitalisasi

REE adalah 17 unsur dalam kerak bumi yang terdiri dari 15 unsur logam lantanida (La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu) ditambah scandium dan yttrium.

REE ini umumnya dijumpai dalam beberapa mineral seperti monasit, xenotime, dan bastnaesite.

Namun beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa batubara pun dapat mengandung REE dengan kadar setara dengan kadar REE yang ditemukan pada mineral pembawa REE.

Batubara terdiri dari komponen organik dan non organik. Keberadaan REE pada batubara berasosiasi dengan komponen non organiknya.

Proses pembakaran batubara di PLTU akan menghilangkan komponen organik dan menyisakan komponen non organik.

Proses ini dapat mengakibatkan pengkayaan kandungan REE pada abu hasil pembakaran batubara.

Baca Artikel  4 Bekas Tambang Ini Disulap Jadi Wisata Cantik

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer