Begitu juga dengan penjualan emas yang juga melebihi target, yakni 39,6 ton (104,4%), serta perak mencapai 226,6 ton (124,3%).
Penjualan timah hingga November mencapai hampir 60 ribu ton (81,3%).
Lalu nickel matte 79,1 ribu ton atau (108,8%) dan NPI 275,4 ribu ton (80,4%).
Sementara, ekspor Feronikel sebesar 1,13 juta ton atau 65,9% dari target.
Yunus mengatakan rendahnya ekspor feronikel lantaran mundurnya jadwal operasional pabrik pemurnian atau smelter PT Aneka Tambang (Persero) Tbk di Halmahera Timur, Maluku Utara.
”Karena suplai listrik belum ada. Ini lagi-lagi perlu kesesuaian antara smelter dengan industri listrik,” kata Yunus.
Realisasi produksi batu bara 94% dari Target Untuk realisasi produksi batu bara, angkanya pun telah mendekati target. Per 10 Desember 2020, realisasinya di 514,2 juta ton.
“Realisasi produksi batu bara sudah mencapai 94% dari target 2020,” kata Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara, Sujatmiko pada pekan lalu.
Dari realisasi itu, sebanyak 218,17 juta ton dipasok ke pasar ekspor. Sedangkan 108,45 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri atau DMO.
Target produksinya pada 2021 tidak berbeda dengan tahun ini. Kementerian menetapkan angkanya di 550 juta ton.
Sujatmiko beralasan konsumsinya masih akan terpengaruh karena dampak pandemi Covid-19.
“Kami masih mempertimbangkan (aspek) pemulihannya, baik untuk pasar domestik dan ekspor,” ujar Sujatmiko.




