Minggu, April 14, 2024
Berita TambangProduksi dan Penjualan Produk Tambang Capai 88%

Produksi dan Penjualan Produk Tambang Capai 88%

Produksi dan Penjualan Produk Tambang Capai 88%

Produksi dan Penjualan Produk Tambang Capai 88%
Produksi dan Penjualan Produk Tambang Capai 88%

Walaupun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ternyata tidak menurunkan minat produk mineral tambang. 

Realisasi produksi dan penjualannya, menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga November 2020 masih sesuai rencana. 

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan beberapa komoditas angkanya masih stabil, bahkan ada yang melebihi target. 

“Produksinya tidak turun,” ujar Yunus dalam acara Indonesia Mining Outlook, Rabu (16/12).

Terdapat 7 produk mineral tambang yang tercatat di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba). 

Untuk katoda tembaga, realisasinya hingga November hampir 267 ribu ton atau 91,7% dari target yang sebesar 291.000 ton.

Baca Artikel  Potensi Unsur Tanah Jarang dalam Batubara

Kemudian, produksi emas mencapai 60,1 ton atau 85,1% dari rencana 2020.

Lalu, komoditas perak telah mencapai 305,2 ton atau 89% dari target.

Berikutnya, produksi feronikel sudah mencapai 1,32 juta ton atau 101,9% dari target. 

Sedangkan produksi nikel pig iron (NPI) mencapai 797,9 ribu ton setara 127% dari target, dan produksi nikel matte sebanyak 85,2 ribu ton atau 118,8% dari target. 

Baca Juga: 9 Insentif Pemerintah Untuk Hilirisasi Batu Bara

Sedangkan komoditas mineral yang produksinya per November jauh dari target yakni timah.

Realisasi 49,3 ribu ton atau baru 70,5% dari rencana produksi 70 ribu ton di 2020. 

Dari segi penjualan produk tambang, katoda tembaga yang dijual ke luar negeri alias ekspor realisasinya mencapai 204,3 ribu ton atau 102,1% dari target. 

Baca Artikel  Menelisik Sejarah Awal Mula Pertambangan di Dunia

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer