Selasa, September 26, 2023
Berita TambangTop! 3 Provinsi Ini Dapat ‘Durian Runtuh’ Gegara Tambang

Top! 3 Provinsi Ini Dapat ‘Durian Runtuh’ Gegara Tambang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III (Q3) 2022 naik cukup signifikan akibat pertambangan. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di beberapa provinsi bak mendapatkan ‘durian runtuh’.

Sektor pertambangan secara nasional tumbuh di angka 4,01% (yoy) pada Kuartal III-2022, lebih unggul dari Kuartal II-2022 yang sebesar 3,22% (yoy).

Pertumbuhan pertambangan tersebut didorong oleh pertambangan batu bara dan lignit yang tumbuh sebesar 9,41% (yoy).Itu juga didorong adanya peningkatan permintaan dari luar negeri terhadap batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, secara global windfall dari tingginya harga komoditas pertambangan unggulan di pasar internasional yang terus berlanjut. Hal ini membuat kinerja ekspor Indonesia terus naik. 

“Kenaikan harga komoditas pertambangan memberikan windfall pada perekonomian regional,” ujar Margo, Senin (7/11/2022).

Data dari BPS merinci, Provinsi Sumatera Selatan, sumber pertumbuhan dari pertambangan pada Kuartal III-2022 mencapai 0,9%, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

Adapun pertumbuhan PDRB di provinsi ini tumbuh 5,34% jika dibandingkan Kuartal III-2021.

Baca Artikel  Wajib Tahu! Celana Jeans Bermula dari Industri Tambang

Data BPS menunjukan sektor pertambangan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi ketiga di wilayah Sumatera Selatan, dengan andil 25,88%, setelah sektor perdagangan dan pengolahan. Komoditas utamanya yakni batubara dan lignit.

Provinsi kedua yaitu Kalimantan Timur (Kaltim). Sumber pertumbuhan ekonomi Kaltim berasal dari pertambangan yang mencapai 1,74% terhadap PDRB provinsi tersebut. Di mana pertumbuhan PDRB di Kaltim mencapai 5,28% (yoy). Sama seperti Sumsel, komoditas utama penggerak ekonomi Kaltim yaitu batubara dan lignit. 

Provinsi selanjutnya yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB). Sumber pertumbuhan ekonomi NTB dari pertambangan mencapai 3,94%, dengan pertumbuhan PDRB yang mencapai 7,1% (yoy). Pertambangan merupakan penyumbang utama dalam perekonomian di wilayah ini dengan andil 19,7%, dengan komoditas andalan tembaga.

Itu dia informasi mengenai tiga provinsi di Indonesia yang mengalami pertumbuhan ekonomi karena naiknya ekspor pertambangan.  

Jika kamu tertarik dengan informasi seperti ini atau informasi seputar pertambangan lainnya, bisa mengunjungi website Ilmu Tambang untuk eksplorasi lebih jauh. Atau bisa juga follow instagram Ilmu Tambang di @ilmutambang.id untuk mendapatkan update isu tambang terbaru. 

Baca Artikel  Pelajari Yuk Metode & Tahapan Pertambangan Batubara!

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer