Seiring dengan perkembangan waktu, terjadinya industri 4.0 pertambangan di Indonesia tentu akan memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu hal yang kerap menjadi sorotan publik adalah terkait ketenagakerjaan atau sumber daya manusia.
Tidak bisa dipungkiri perusahaan tambang yang beracuan pada era digitalisasi dan menerapkan poin-poin industri 4.0 akan memangkas tenaga kerja. Robot-robot yang dimiliki perusahaan untuk membantu pengerjaan operasi membuat beberapa pekerja tidak menerimanya.
Kendati demikian, di satu sisi pasar global yang semakin kompetitif dan gebrakan menuju industri yang maju di masa mendatang menjadi keharusan yang memang perlu dipertimabangkan para pemangku kepentingan.
Sebenarnya, di balik adanya pengurangan karyawan pada era revolusi 4.0 akan banyak melahirkan profesi-profesi baru. Seperti profesi untuk pengoperasian alat-alat berat, pengawasan kerja, atau penggerak kinerja (teknisi).
Setiap perusahaan tambang dengan segala kemajuannya umumnya tetap membutuhkan banyak sumber daya manusia dan akan tetap tersedia peluang kerja di beberapa tahun yang akan datang. Terlebih lagi, dengan meningkatnya permintaan akan bahan-bahan tambang untuk bahan bakar energi industri-industri di Indonesia.




