Sabtu, September 18, 2021

Simak Kisah Pekerja Tambang yang Mendulang Emas

Risiko yang tak kalah menantang adalah ketika menghadapi longsor yang datang secara tiba-tiba. Keadaan ini tak jarang membuat para pekerja harus siap dengan segala kemungkinan besar yang bisa terjadi. Kendati demikian, perusahaan tambang yang taat pada aturan pemerintah akan tetap memerhatikan keselamatan pekerjanya.

Dalam durasi jam kerja di lapangan, Sodiek menyebutkan jika mereka bekerja selama 8 jam untuk menggali, memecah batuan, dan mencari emas yang terkandung di dalamnya. Ketahanan fisik dan mental benar-benar diuji saat berada di dalam gua. Jika tidak kuat, maka risikonya bisa saja sampai pingsan. 

Untuk mengatasi dan meminimalisir kejadian ini dibangunlah sebuah pipa oksigen di sepanjang terowongan. Meski demikian, tetap saja resiko itu selalu ada karena para pekerja tidak akan pernah tahu kapan pipa tersebut bermasalah.

Lebih lanjut, kata Sodiek, tidak melihat matahari dalam waktu yang panjang menjadi tantangan yang paling berat selama bekerja. Mungkin bagi sebagian orang hal ini tampak begitu sepele. Pada kenyataannya, manusia adalah makhluk yang butuh sinar matahari. 

“Ketika Anda berada di suatu tempat tanpa sinar matahari dalam waktu yang relatif lama, dampaknya akan mulai terasa,” imbuh Sodiek.

Kendati demikian, Sodiek tetap memilih untuk menekuni profesi ini. Pekerjaan ini menjadi pilihan dan keinginan yang datang dari hatinya. Terakhir, ia menyampaikan, menjadi seorang pekerja yang gigih dalam tambang tidak boleh berbekal keinginan sesaat saja, sebab menurutnya setiap pilihan pekerjaan memiliki konsekuensi tersendiri. 

Related Articles

Indonesia
68,942
Total active cases
Updated on September 18, 2021 7:37 am

Latest Articles