Senin, Juni 27, 2022

Tambang sampai Migas Jadi Sektor Andalan Ekspor Indonesia

Sektor Ekspor Indonesia – Pada Mei 2022 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 21,51 miliar. Nilai ekspor tersebut naik 27% jika dibandingkan dengan Mei 2021, dari US$ 16,93 miliar pada Mei 2021 menjadi US$ 21,51 miliar pada Mei 2022. 

Dilihat dari penggunaan barang, secara bulanan ekspor Mei 2022 hanya ada satu sektor yang mengalami peningkatan. Sektor yang meningkat itu adalah migas (minyak dan gas bumi). Pada Mei 2022 sektor migas meningkat 4,38% jika dibandingkan dengan April 2022.

Sementara tiga sektor lainnya menurun, yaitu pertanian, industri pengolahan dan pertambangan.

Sektor Ekspor di Indonesia yang mengalami penurunan secara bulanan (Mei 2022 dibandingkan April 2022) tertinggi pada industri pengolahan, yang turun 25,93%. Sedangkan pertanian, kehutanan, dan perikanan pada Mei 2022 dibandingkan April 2022 turun 25,92%.

Penurunan tersebut didorong oleh penurunan ekspor sarang burung walet dan tanaman obat. Sedangkan sektor pertambangan dan lainnya turun 12,92%, karena penurunan komoditas bijih tembaga dan lignit.

Komoditas yang mengalami penurunan adalah minyak sawit dan pakaian jadi. Minyak sawit turun karena pelarangan ekspor, yang berdampak pada penurunan ekspor pada Mei 2022.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan dari Januari sampai Mei 2022 naik 25% jika dibanding periode yang sama pada 2021.

Baca Juga: 5 Barang Tambang Andalan Indonesia yang Diekspor ke Korea

Demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 13,34% dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 108,14%.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas pada Mei 2022 terhadap April 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 2,15 miliar atau 71,79%. Sementara peningkatan terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$ 233,7 juta atau 65,39%.

Pada Mei 2022, tujuan ekspor non migas terbesar adalah Tiongkok, yaitu US$ 4,59 miliar, disusul India US$ 2,26 miliar dan Amerika Serikat US$ 2,05 miliar. Jumlah kontribusi ketiganya mencapai 44,49%, sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$ 4,07 miliar dan US$1,46 miliar. 

Related Articles

Indonesia
14,516
Total active cases
Updated on June 27, 2022 11:08 am

Latest Articles