Minggu, November 28, 2021

Tanaman Penambang Nikel Jadi Solusi Perbaiki Tanah Tambang

Tanaman penambang nikel yang ditemukan di kawasan pertambangan Sorowako di Sulawesi Selatan. Termasuk tumbuhan langka dan bisa beradaptasi di area yang kaya akan nikel. 

Aiyen Tjoa, ahli biologi tanah dan dosen di Universitas Tadulako Sulawesi Tengah berhasil menemukan tanaman tersebut. Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan nickel hyperaccumulator atau hiperakumulator nikel.

Sebutan tanaman penambang nikel karena tanaman ini mampu untuk menyerap dan menyimpan nikel dalam jumlah besar. Setidaknya sebanyak 1.000 mikrogram nikel per 1 gram daun kering.

Tanaman hiperakumulator ini bekerja dengan menyerap dan menyimpan zat-zat kontaminan dari berbagai jenis logam. Tidak harus nikel namun bisa untuk jenis zinc, timbal, multi logam dan lain sebagainya.

Tanaman penambang yang ditemukan ini memanfaatkan mekanisme fitoremediasi dengan menyerap logam serta mengikat logam nikel.

Setelah diikat logam nikel tersebut akan di simpan di pucuk, daun, akar atau getahnya. Nikel yang diikat berada di dalam dinding sel atau menyimpannya di vakuola, sebagai organel penyimpanan dalam sel.

Aiyen membutuhkan empat tahun hingga akhirnya menemukan dua spesies hiperakumulator nikel asli yaitu Sarcotheca Celebica dan Knema Matanensis.

Kedua tanaman tersebut menurut peneliti dapat menyimpan antara 1.000 dan 5.000 mikrogram nikel per 1 gram daun kering.

Baca Juga : Simak Tips Pemilihan Tanaman Untuk Reklamasi Tambang!

Saat ini para ahli termasuk Aiyen sedang mengupayakan untuk mencari tanaman ini yang setidaknya dapat mengakumulasi 10.000 mikrogram (per gram).

Adanya tanaman ini menjadi solusi ramah lingkungan untuk menambang nikel. Tidak hanya itu, tanaman ini juga dapat membantu merehabilitasi tanah tambang.

Manfaat lainnya dari penambangan nikel dengan tanaman hiperakumulator dianggap sebagai penghasil karbon netral.

Related Articles

Indonesia
8,226
Total active cases
Updated on November 27, 2021 11:25 pm

Latest Articles