Teknologi Gasifikasi Batubara Selamatkan Roda Perekonomian

Sedangkan untuk pencairan sendiri digunakan untuk peningkatan nilai guna batubara seperti minyak. Untuk penerapannya memerlukan metode hidrogenasi (hydrogenation). 

Adapun penerapan teknologi gasifikasi batubara untuk menjadi gas sintetik meliputi pirolisis, hidrogenasi, dan oksidasi sebagian (partial oxidation).

Saat ini pirolisis lebih banyak diaplikasikan untuk memproduksi bio-oil dari bahan baku biomassa.

Metode yang dipakai adalah flash pyrolysis, di mana biomassa dipanaskan secara cepat tanpa oksigen pada suhu tinggi antara 450~600℃, dengan waktu tinggal gas (residence time) yang pendek yaitu kurang dari 1 detik. 

Sementara itu hidrogenasi yang dimaksud disini adalah hidrogasifikasi (hydro-gasification), yang bertujuan memproduksi gas metana (Synthetic Natural Gas) langsung dari batubara.

Baca Artikel  Penasaran Gimana Pembuatan Jalan di Tambang? Ini Prosesnya

Sedangkan pada oksidasi sebagian, pemanasan batubara dilakukan dengan mengatur kadar oksigen dari oksidan yang digunakan selama proses berlangsung. 

Komoditas batubara saat ini merupakan sumber energi primer yang menjanjikan dan memiliki kekuatan besar untuk roda perekonomian negara jika penerapan teknologi gasifikasi batubara tersebut dilakukan. 

Gasifikasi batubara tidak semata hanya dapat digunakan untuk satu tujuan saja, tetapi dapat pula dirancang untuk tujuan yang lebih besar.

Contohnya fasilitas gasifikasi dapat didesain untuk menghasilkan listrik, memproduksi bahan baku industri kimia, serta membuat bahan bakar sintetis sekaligus.