Kandungan mineral logam tanah jarang dari limbah batubara ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku perangkat berteknologi tinggi, mulai dari drone, senjata, kapal anti radar, dan persenjataan canggih. Logam jenis ini juga tergolong langka karena produksinya di dunia sangat terbatas.
Selain itu, mineral logam tanah jarang berupa dysprosium, neodymium, praseodymium, samarium, dan kobal juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku magnet permanen yang kuat, pembuatan bagian turbin angin, dan bahan baku mobil hybrid. Sedangkan Nd, Ce, La, Eu, dan Y digunakan sebagai komponen listrik yang kini mulai digencarkan sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan.
Meskipun kandungan mineral logam tanah jarang dalam limbah abu batubara tidak sebesar dalam mineral monasit, xenotim, atau basnasit, namun mengingat potensi produksi pembangkit listrik tenaga uap, gasifikasi batubara, serta industri keramik cukup besar, maka abu batubara ini dapat dipandang sebagai sumber logam tanah jarang yang menjanjikan.
Dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, limbah batubara tidak akan lagi mengganggu lingkungan hidup, tapi justru dapat menjadi sumber logam yang berharga, yang menopang kebutuhan pasokan material green energy.




