Bahkan, sekitar 41 persen dari total bahan bakar energi masih didominasi oleh batubara. Sektor ini tengah menghadapi tantangan, baik aspek lingkungan maupun finansial.
Pemerintah telah berkomitmen untuk menekan emisi gas rumah kaca dengan 29 persen diusahakan melalui kemampuan sendiri, dan 41 persen melalui bantuan asing.
Upaya menekan emisi akan dilakukan dengan pengembangan energi terbarukan secara masif, meniadakan tambahan PLTU kecuali telah kontrak dan konstruksi, penggunaan storage system, hingga interkoneksi smart grid.
Di sisi lain, pemerintah akan tetap mendorong optimasi batubara agar industri tidak terhenti begitu saja. Beberapa peluang bisnis baru dinilai dapat menjadi perhatian pelaku industri tersebut.
Upaya itu dapat dilakukan dengan optimalisasi PLTU menggunakan teknologi ultra critical maupun CCUS, menghentikan tambahan pembangunan PLTU batubara di Jawa, penghiliran untuk industri pupuk, pembuatan produk kokas dan semi kokas, pemanfaatan logam tanah jarang, hingga penerapan teknologi maju.
Melalui peluang ini, pemanfaatan batubara masih dapat dilakukan kegiatan produksinya sekaligus berkontribusi dalam penurunan emisi karbon sesuai NZE 2060.




