Sampai pada akhirnya, berkat bantuan pelanggan setianya Jacob W. Davis, seorang penjahit asal Reno, Nevada, Levi menemukan celana yang lebih kokoh dan tahan lama dengan bahan kain denim (kanvas) yang biasanya digunakan para penambang emas sebagai terpal pada tenda mereka.
Celana jeans David dan Strauss mereka laku keras di antara para pekerja tambang yang masih berdiam di California. Daya tahan celana jeans tersebut yang kuat, ditambah jumlah kantongnya yang banyak, ternyata sangat cocok dipakai dalam pekerjaan tambang yang melibatkan banyak perkakas dan kerap berurusan dengan noda kotor.
Di samping itu, keduanya juga memproduksi jenis pakaian lain dengan denim dan teknik jahitan yang serupa, seperti kemeja. Adapun produk yang paling terkenal dan laris pada saat itu adalah jeans 501, atau yang dikenal dengan nama Jeans XX hingga tahun 1890. Tingginya jumlah pesanan jeans membuat Strauss untuk membuka pabrik pembuatan jeans pada tahun 1880 di Market Street, San Francisco.
Selanjutnya di tahun 1920, Levi’s menjadi merek celana jeans laki-laki paling terkenal di seluruh Amerika Serikat. Jeans bahkan tidak kehilangan pamornya meski emas di California sudah sulit didapatkan.
Levi’s saat ini dikenal bukan hanya sebagai produsen celana jeans, tetapi juga pakaian lain berbahan denim, seperti topi, jaket dan kemeja. Ragam produknya pun berkembang di pasar global dan banyak digunakan di berbagai usia, baik laki-laki, perempuan,orang tua, hingga anak-anak di seluruh dunia.




