Minggu, Juni 16, 2024
Berita Tambang2 Perusahaan BUMN Ini Akan Terapkan Teknologi 5G Mining

2 Perusahaan BUMN Ini Akan Terapkan Teknologi 5G Mining

PT Freeport bekerja sama dengan Telkom Group akan menghadirkan teknologi 5G Mining. Hal ini menjawab transformasi di dunia, yaitu Revolusi Industri 4.0. Peresmian penerapan teknologi itu akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Fungsi 5G selain menjaga keamanan operasional, karena yang dilakukan adalah kategori tambang dalam sehingga penting sekali proteksi bagi tenaga kerja di dalamnya.

Hal menarik lainnya, 5G Mining juga akan meningkatkan konektivitas integrasi dengan penerapan hyper connect network.

Rencananya di sana ada kecanggihan autonomous car atau autonomous truck. Persiapan ini yaitu maksimalkan kerjasama antara Freeport dan Telkom.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan hal tersebut saat groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia yang juga dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan pejabat terkait lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Baca Artikel  5 Perusahaan Raksasa Tambang Batubara di Kalsel

Smelter PT Freeport di KEK Gresik menelan investasi hingga Rp 42 triliun. Setidaknya akan ada 40.000 tenaga kerja yang akan terserap dalam pembangunan smelter tersebut.

Smelter ini merupakan fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga, juga fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak, dan logam berharga lainnya. 

Smelter Freeport Indonesia itu dapat mengolah 1,7 juta konsentrat single line terbesar di dunia dengan produksi tembaga dapat mencapai 600.000 tembaga.

Sehingga nanti dapat menghasilkan rata-rata 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya kurang lebih Rp30 triliun.

Baca Juga : Penerapan 5G Mining Indonesia Jadi yang Pertama di ASEAN

Harga tembaga sekarang sedang super cycle, yaitu 9.400 dolar AS per ton, jadi investasi yang Rp 42 triliun atau 3,5 miliar dolar AS, pendapatan dari tembaga saja sudah 5,4 miliar dolar AS.

Baca Artikel  Gasifikasi Batubara Diprediksi Jadi Primadona Bisnis Tambang

Sementara untuk pemurnian logam berharga di smelter tersebut membutuhkan investasi 200 juta dolar AS dengan kapasitas produksi emas 35-54 ton.

Pabrik juga sudah disiapkan di situ dengan harga emas 1.700 dolar AS per troy ounce. Jika produksi 35 ton maka nilainya 1,8 miliar dolar AS. Serta, jika produksinya 50 ton maka nilainya bisa sampai 2,7 miliar dolar AS.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer