Minggu, Juni 16, 2024
MinerbaBatubaraAturan Biden Tentang Iklim Bahayakan Batubara RI

Aturan Biden Tentang Iklim Bahayakan Batubara RI

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyatakan, kebijakan yang diambil Presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden tentang perubahan iklim memang akan berdampak ke industri batubara RI, namun tidak berdampak langsung dan tidak begitu signifikan.

Hendra juga beralasan, jumlah ekspor batubara Indonesia ke negara-negara di Amerika Utara dan Eropa tidak banyak, bahkan hampir tidak ada.

“Sedikit sekali ekspor batubara Indonesia ke AS dan Eropa. Sebesar 99% ekspor batubara RI ke negara Asia Pasifik, seperti China, India, negara-negara yang masih butuh batubara kita.Lalu, Jepang, Korea, Taiwan yang kebutuhan batubara masih tinggi,” ungkap Hendra pada Kamis (28/01/2021).

Walaupun dari sisi ekspor batubara tidak terlalu berdampak, namun menurut Hendra kebijakan Biden ini di sisi lain bakal mempersulit pendanaan untuk para emiten tambang di Indonesia.  

Baca Artikel  Pemerintah Targetkan Empat Smelter Beroperasi Tahun Ini

Hendra juga menekankan aturan Biden ini pastinya akan bersentimen kepada industri tambang yang semakin berat, termasuk tekanan secara politis yang semakin kuat, sehingga bisa mempengaruhi industri pertambangan, termasuk dalam mencari pendanaan.

“Dampak ke pasar ekspor hampir dikatakan tidak ada, cuma mungkin dampak tidak langsungnya akan semakin sulit ke pendanaan,” tambah Hendra. 

Hendra menambahkan, kebijakan yang diambil Joe Biden bukanlah hal yang baru.

Pasalnya di era Presiden Amerika Serikat Barack Obama, hal ini juga sudah sempat diterapkan, dan Biden saat ini menghidupkan kembali.

“Zaman Barack Obama pelaku usaha merasakan kesulitan dapatkan akses pendanaan, karena perusahaan pembiayaan AS, World Bank juga mengurangi akses pembiayaan kepada industri yang berbasis batubara,” tutur Hendra. 

Baca Artikel  Sekilas Tentang K3 di Dunia Pertambangan

Kendati demikian, faktanya masih ada beberapa lembaga pendanaan yang melihat batubara menjadi komoditas jangka pendek dan menengah. 

Baca Juga: Apa Itu Pertambangan Berwawasan Lingkungan?

Mereka menganggap batubara masih menjadi energi yang termurah, meski yang tertarik tidak banyak lagi.

Di akhir, Hendra juga memprediksi aturan yang digalakkan Biden juga berpengaruh terhadap sulitnya pendanaan untuk para perusahaan ketika mencari dana investasi.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga pendanaan untuk gasifikasi akan semakin susah. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer