Kamis, April 18, 2024
Berita TambangBikin Melongo! Barang Tambang Ini Bisa Hidupi Indonesia Sampai 240 Tahun

Bikin Melongo! Barang Tambang Ini Bisa Hidupi Indonesia Sampai 240 Tahun

ilmutambang.com – Indonesia dianugerahi sebagai negara yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) cukup melimpah, seperti salah satunya yaitu bijih bauksit.

Berdasarkan data ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara (Minerba, cadangan bijih bauksit Indonesia akan terus ada sampai 240 tahun ke depan. Cukup banyak juga ya kawan?

Selain itu, ESDM juga menyebutkan saat ini Indonesia memiliki sumber daya bauksit peringkat keenam di dunia. Terdapat sumber daya sebanyak 6,6 miliar ton sedangkan cadangan bauksit sebesar 3 miliar ton.

Baca Artikel  Mengenal Ilmu Geofisika dan Aplikasinya di Industri Tambang

“Sumber daya kita 6,6 miliar ton, cadangan 3 miliar (ton), Indonesia di peringkat 6, produksi bijih 27,7 juta ton di tahun 2022 ya. Kemudian ketahanan cadangannya masih lama, 240 tahun lagi kalau dengan tingkat produksi yang sekarang,” Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola (Minerba), Irwandy Arif Kamis (2/3/2023).

Selain itu, Irwandy juga mengatakan total produksi di Indonesia sebesar 27,7 juta ton di tahun 2022. Sedangkan yang diimpor sebanyak 20 juta ton, sedangkan sisanya, sebesar 7,8 juta ton bisa terserap dalam negeri.

Melihat besarnya potensi bijih bauksit Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan melakukan penyetopan ekspor mineral mentah, selain bauksit, larangan ekspor juga akan menyasar ke komoditas tembaga dan juga emas.

Baca Artikel  Aktivitas Tambang Bawah Tanah yang Perlu Kamu Tahu!

Seperti yang sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba, Indonesia sudah tidak bisa mengekspor mineral mentah mulai Juni 2023 mendatang.

Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I) sebelumnya membeberkan terdapat puluhan juta ton bijih bauksit RI yang berpotensi tidak terserap di dalam negeri. Hal tersebut menyusul rencana pemerintah yang bakal menutup keran ekspor bijih bauksit mulai tahun ini.

Pelaksana Harian Ketua Umum APB3I, Ronald Sulistyanto menilai pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter menjadi solusi agar puluhan juta ton bauksit di Indonesia dapat terserap.

Baca Artikel  5 Jurusan yang Bisa Kerja di Dunia Pertambangan, Ada Jurusanmu?

Pasalnya, produksi bijih bauksit di dalam negeri saat ini jumlahnya mencapai 58 juta ton per tahun. Sementara, fasilitas pengolahan Smelter Grade Alumina (SGA) yang ada baru sebatas 2 unit smelter dengan konsumsi bijih bauksit 12 juta ton per tahun.

Artinya masih terdapat selisih 44 juta ton bijih bauksit yang belum terserap. Terutama apabila kebijakan larangan ekspor benar-benar akan diberlakukan mulai Juni 2023.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer