Minggu, April 21, 2024
MinerbaBatubaraBukti Batubara Tidak Jadi ‘Kiamat’ di Indonesia Pada 2050

Bukti Batubara Tidak Jadi ‘Kiamat’ di Indonesia Pada 2050

ilmutambang.com – Ini bukti batu bara tidak jadi kiamat. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional di dalam Outlook Energi Indonesia 2022 menyebutkan, penggunaan energi fosil di Indonesia tidak benar-benar kiamat. Penggunaan batu bara, gas, dan minyak mentah masih mendominasi permintaan energi sampai 2032.

Terdapat dua skenario dalam prakiraan permintaan energi Indonesia yaitu:

1). Business as Usual (BaU) yang menggunakan kebijakan eksisting, dan
2). Optimis (OPT) yang menggunakan asumsi-asumsi menuju negara maju 2045 dan menuju Net Zero Emission (NZE) 206

Dalam kondisi BaU, pada 2032 proporsi permintaan energi final paling banyak adalah energi fosil yang menguasai 73 persen pangsa pasar permintaan energi atau total 151 tonne of oil equivalent (ToE). Rinciannya adalah minyak mentah dengan 104 ToE, batu bara 26 ToE, dan gas alam 21 ToE.

Baca Artikel  Yuk Simak Di Sini Bagaimana Cara Membaca Peta Geologi!

Sementara itu pada pada kondisi optimis (OPT) menuju NZE pun permintaan energi fosil masih mendominasi dengan menguasai 65 persen permintaan energi final yakni dengan 162 Toe. Adapun permintaan minyak sebesar 88 ToE, gas alam sebesar 43 ToE, dan batu bara 31 ToE.

Menariknya adalah meskipun pada masa transisi, permintaan akan energi fosil jumlahnya malah meningkat pada 2032. Tepatnya meningkat 65,93 persen pada kondisi BaU dan meningkat 78 persen pada kondisi OPT jika dibandingkan dengan jumlah permintaan pada 2021.

Hal ini menunjukkan bahwa peran energi fosil di Indonesia masih melekat, terutama peran minyak dan batu bara, meskipun berada pada masa transisi menuju bebas emisi.

Baca Artikel  LIPI Manfaatkan Limbah Batubara Jadi Beton Ramah Lingkungan

Di sisi lain, mengutip laporan International Energy Agency (IEA) bertajuk “An Energy Sector Roadmap to NZE in Indonesia” disebutkan bahwa pada 2050 permintaan energi fosil sudah mulai tergantikan oleh energi hijau seperti dari energi listrik, solid biomass, dan liquid biofuels.

Total permintaan energi fosil Indonesia pada 2050 diperkirakan sebesar 40% dari keseluruhan permintaan energi. Penggunaan gas alam menjadi paling besar menggantikan peran minyak mentah dan batu bara yang permintaannya kian susut.

Sementara itu, total pasokan energi Indonesia pada 2050 masih akan didominasi oleh energi fosil yakni minyak, batu bara, dan gas alam yang jumlahnya lebih dari 60% dari total pasokan energi Indonesia, menurut IEA.

Baca Artikel  Simak! Ini Aturan Terbaru DMO Batubara di Indonesia

Fungsi batu bara Indonesia nantinya akan berganti karena permintaan energi dari batu bara akan terus susut seiring dengan NZE.

Salah satu alih fungsinya adalah konversi batubara menjadi bahan kimia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor seperti LPG.

Saat ini sekitar 90% energi untuk rumah tangga berasal dari LPG, dimana 80% diimpor. Saat ini terdapat pabrik batubara-ke-metanol atau dimetil eter (DME) pada berbagai tahap pengembangan, dengan kapasitas untuk memproduksi hampir 7 Mt metanol/DME sebelum tahun 2030.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer