Jumat, Maret 1, 2024
MinerbaBatubaraClean Coal Technology (CCT) dan Manfaatnya Bagi Industri Batubara

Clean Coal Technology (CCT) dan Manfaatnya Bagi Industri Batubara

Clean Coal Technology (CCT) dan Manfaatnya Bagi Industri Batubara

Batubara merupakan sumber energi yang digunakan sudah sejak lama. Namun karena pembakarannya yang tidak sempurna menimbulkan tuntutan penemuan teknologi terbaru untuk mengolah batubara agar lebih optimal.

Teknologi batubara bersih adalah teknologi yang dikembangkan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Pembangkit listrik teknologi batubara bersih pertama kali beroperasi pada September 2008 di Spremberg, Jerman.

Pembangkit ini dimiliki oleh Vattenfall perusahaan Swedia dan telah dibangun oleh perusahaan Siemens Jerman. Pembangkit ini diberi nama Schwarze Pumpe.

Baca Juga : Keren! PLTU Ini Gunakan Teknologi USC Hasilkan Minim Polusi

Clean coal technology (CCT) yang tengah dikembangkan ini diyakini bisa mengurangi kadar emisi karbon yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Rencana penggunaan teknologi CCT ini, diakibatkan oleh pemanasan global yang terjadi saat ini.

Baca Artikel  Batubara Mampu Terangi Indonesia Sampai 300 Tahun

Saat ini Indonesia sudah mulai mengembangkan teknologi CCT itu. Dalam pengujian yang dilakukan sebanyak 100.000 ton batubara dapat diubah menjadi 3.600 miliar metric british thermal unit (mmbtu) per hari. Nantinya gas yang dihasilkan bisa digunakan untuk industri dalam negeri.

Teknologi ini terkendala pada persoalan biaya. Agar bisa menghasilkan 1.000 metrik ton turunan gasifikasi batubara dibutuhkan investasi hingga Rp 13 triliun.

Namun jika teknologi CCT ini diterapkan akan mendongkrak permintaan batubara dunia, dan akan membuat harga batubara terus melambung.

Jika penggunaan teknologi CCT sebagai salah satu teknologi utama yang akan digunakan sebagai sumber listrik Indonesia benar-benar terealisasi, maka permintaan batu bara otomatis akan meningkat tajam.

Baca Artikel  Harga Batubara Melesat, Sahamnya Banyak yang Murah Nih!

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer