Minggu, April 14, 2024
Berita TambangDulang Rupiah dari Profesi Fotografer Tambang

Dulang Rupiah dari Profesi Fotografer Tambang

Menyusuri area tambang dan mengambil foto, itulah profesi fotografer tambang. Dari tangannya lahir foto-foto mengenai realita aktivitas pertambangan. Pemandangan yang unik dan menarik itu tidaklah lengkap jika hanya dinikmati sendiri, mereka yang berprofesi sebagai fotografer ingin orang lain juga mengetahui keadaan di lokasi tambang meskipun hanya dari sebuah foto. 

Bukan untuk menyombongkan diri, para fotografer ingin orang-orang juga menghargai profesi yang ada di industri pertambangan.

Banyak dari mereka yang berawal dari sekedar iseng-iseng mengambil foto di sekitar tambang, namun siapa sangka banyak orang menyukai hasil foto mereka hingga mendulang rupiah dan menjadikannya sebagai profesi. 

Selama berprofesi sebagai fotografer tambang, mereka telah mengerjakan banyak tugas untuk industri batubara di Indonesia.

Baca Artikel  Mengenal Ragam Manfaat FABA di Bidang Konstruksi

Dengan menggeluti profesi ini, mereka diberikan kesempatan untuk mengunjungi area tambang yang tentunya terlarang bagi kebanyakan orang. 

Yang istimewa dari memotret tambang di Indonesia khususnya tambang batubara adalah, semuanya merupakan tambang terbuka yang dilakukan di permukaan, bukan di bawah tanah. Hal ini kemudian menciptakan hasil foto tambang dan lanskap yang mengesankan. 

Dengan struktur yang mengesankan, faktanya tambang terbuka di Indonesia memang sangat besar dan termasuk dalam 10 tambang terbuka terbesar di dunia.

Mengambil foto di tambang sebesar ini dengan panjang lebih dari 20 kilometer dan kedalaman beberapa ratus meter akan memberikan berbagai perspektif bagi siapapun yang melihat hasil jepretannya. 

Dengan medan area tambang yang sangat berdebu, biasanya para fotografer tambang membawa sekitar 3-4 kamera DSLR dan 6-7 lensa.

Baca Artikel  Wow! Ini 10 Alat Berat Terbesar di Dunia

Mereka memotret menggunakan zoom standar 24-70 mm dan 70-200 mm dengan lebar kisaran 16-24 mm. Baterai cadangan dan kartu memori yang cukup juga menjadi peralatan yang wajib dibawa. 

Para fotografer tambang dalam sehari bisa memotret 100 foto atau lebih. Seperti kebanyakan pemotretan di luar ruangan, waktu terbaik untuk mengambil foto adalah di pagi dan sore hari. 

Baca Juga : Mau Kerja di Tambang? Ini Ketentuan Jam Kerja nya

Dari profesinya tersebut, para fotografer tambang mengaku mendapatkan penghasilan yang lumayan besar. Apalagi saat ini belum banyak orang yang menggeluti profesi seperti ini. Menurut mereka, profesi ini termasuk menjanjikan, tergantung sejauh mana mampu melebarkan sayapnya.

Baca Artikel  CBM : Potensi Batubara Sebagai Energi Alternatif

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer