Jumat, April 16, 2021

ESDM: Hilirisasi Jadi Prioritas Pemerintah

Arifin Tasrif selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, hilirisasi batubara akan jadi program prioritas utama pemerintah ke depan. Pemerintah juga akan memberikan berbagai insentif untuk berbagai proyek hilirisasi batubara yang dilakukan oleh perusahaan.

Arif menambahkan, tujuan insentif tersebut agar sektor hilirisasi batubara bisa ekonomis dan kompetitif sehingga nantinya bisa semakin berkembang. 

“Banyak insentif yang kita berikan, supaya hilir (batubara) ini bisa ekonomis dan kompetitif,” ungkap Arifin.

Proyek hilirisasi yang tengah disorot yakni gasifikasi batubara berkalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang nantinya digunakan untuk substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Arifin berharap apabila proyek gasifikasi ini berhasil maka bisa menekan angka impor LPG karena produk DME bisa menjadi substitusi LPG. Apalagi impor LPG dari tahun ke tahun terus meningkat seiring semakin bertambahnya permintaan LPG di Tanah Air.

“Karena pemanfaatan hilirisasi batubara itu bisa menjadi substitusi LPG. Kalau bisa substitusi LPG, maka ini bisa amankan devisa cukup besar. Pemakaian LPG tiap tahun terus meningkat dan kita punya batubara untuk memproduksi DME,” tambah Arifin.

Adapun dalam program dan kegiatan prioritas sektor ESDM tahun 2021, penyusunan kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara dan pemenuhan kebutuhan domestik menjadi salah satu prioritas di sub sektor minerba kementerian ESDM. 

Baca Juga: Mau Jadi Pekerja Tambang? Pahami Dulu Open Pit Mining

Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian ESDM, terdapat tiga proyek underground coal gasification (UCG), yang masih dalam tahap skala pilot project hilirisasi, yaitu:

  1. Proyek UCG PT Kideco Jaya Agung di Kalimantan Timur
  2. PT Medco Energi Mining International (MEMI) dan Phoenix Energy Ltd., di Kalimantan Utara.
  3. Proyek UCG PT Indominco di Kalimantan Timur

Selain itu, sudah ada 4 proyek hilirisasi dalam bentuk gasifikasi batubara yang dijajaki oleh 4 perusahaan.

Berikut rinciannya: 

  1. Coal to methanol PT KPC atau kerja sama antara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Ithaca Group dan Air Product.
  2. Coal to DME PTBA yang bekerjasama dengan Pertamina dan Air Product. 
  3. Coal to methanol PT Adaro Indonesia.
  4. Coal to methanol PT Arutmin Indonesia. 

Related Articles

Indonesia
108,032
Total active cases
Updated on April 16, 2021 8:02 am

Latest Articles