Green Mining Kunci Utama Investasi Tesla

Namun, tantangan penerapannya adalah soal pengawasan, penegakan hukum, dan kesadaran dari pelaku usaha dalam perlindungan lingkungan hidup. 

Bila ketiga hal itu terlaksana dengan baik, maka pertambangan yang merusak lingkungan secara masif dapat dihindari. Komitmen untuk mewujudkan green mining belum terlihat.

Penambangan hijau tak melulu soal upaya menghijaukan kembali area bekas tamban dan lahan kritis. 

Tapi kegiatannya juga harus mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar. 

Sampai sekarang eksternalitas negatif tidak menjadi komponen valuasi ekonomi sumber daya alam. 

Pengurasan mineral yang masif tanpa memikirkan konservasi sumber daya alam juga masih terjadi. 

Begitu pula dengan kewajiban hilirisasi mineral yang tidak konsisten sehingga tidak ada optimalisasi nilai tambah produk. 

Baca Artikel  INDY Bangun PLTS di Wilayah PT Kideco

Sehingga mengakibatkan para pengusahaan minerba hanya berorientasi pada ekspor barang mentah. 

Ambisi Tesla, cukup jelas. Perusahaan ingin memperkuat produk mobil listriknya dengan berinvestasi besar di negara lain, termasuk Tiongkok. 

Di sisi lain, konsep ramah lingkungan dan keselamatannya tetap menjadi nomor satu. 

Pemerintah harus mampu menjawab apa yang menjadi basis Tesla membangun mobil listrik tersebut. 

Peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi, Indonesia pun sedang berupaya mengurangi bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan dalam rangka mengurangi emisi karbon.  

Tesla akan menilai bagaimana pasca tambang nikel dan produk lainnya dapat dilakukan reklamasi kembali. 

Sekaligus bagaimana mengolah limbah padat, penggunaan air, dan energi dapat ditekan seminimal mungkin. 

Baca Artikel  Demi Mendukung Green Mining, Pebisnis Perlu Lakukan Ini!

Setelah itu, baru urusan keekonomian proyek. Perusahaan akan melihat soal kebijakan fiskal dan nonfiskal serta kepastian hukum.